Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Potensi curah hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dalam sepekan ke depan, menjelang mudik Lebaran, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan.

Menurut Direktorat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia diprakirakan masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi bergeser ke fase 6 dan 7 (Western Pacific), sehingga konsentrasi pembentukkan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur.

Selain itu, gelombang atmosfer, yaitu Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Sumatera dan Kalimantan bagian utara, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan di wilayah tersebut, kata BMKG.

Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten berada di Samudera Pasifik Utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knots, tekanan udara minimum 1006 hPa, dan pergerakan ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.

Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik Utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat.

BMKG mengatakan daerah konvergensi lain juga diprakirakan terbentuk di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mana kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Daerah tekanan rendah terpantau terbentuk di Australia bagian utara yang menginduksi terbentuknya daerah pertemuan angin yang memanjang dari NTB, NTT, Maluku bagian selatan, hingga Laut Arafuru.

Dengan kelembapan udara yang juga masih cukup tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.

BMKG mencatat selama 6 – 9 Maret 2026, kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Indonesia. Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori sangat lebat teramati di wilayah Banten (141.8 mm/hari) dan Jakarta Timur (123.4 mm/hari).

Selain itu, curah hujan lebat teramati di Sulawesi Selatan (84.4 mm/hari), Bengkulu (82.9 mm/hari), Jambi (78 mm/hari), Sumatra Utara (73.2 mm/hari), dan Jawa Timur (59.8 mm/hari).

Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, menurut BMKG, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa, sehingga memperkuat daerah konvergensi dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Aktivitas MJO secara spasial melintas di sebagian wilayah Indonesia juga turut meningkatkan anomali angin baratan yang semakin mendukung pembentukan awan konvektif.

Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang signifikan, terutama di Jawa bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya bagian selatan, kata BMKG.

Menjelang mudik Lebaran, BMKG mengingatkan agar mewaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini pada 10 – 12 Maret berpotensi terjadi di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan.

Angin Kencang: Banten, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Selatan.

Pada periode 13 – 16 Maret, menurut BMKG, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini di Papua Tengah dan angin Kencang di Sulawesi Utara.

Exit mobile version