Darilaut – Sejak terbentuk pada Jumat (21/8) sore, hingga Senin (24/8) dini hari, badai tropis (tropical storm) Narra masih berada di Teluk Tonkin atau Beibu Wan.
Badai ini membawa embusan angin kencang, hujan lebat dan laut yang bergelombang. Satu orang meninggal dunia dan ribuan orang telah dievakuasi di Vietnam.
Teluk Tonkin berada di utara Vietnam, Cina selatan dan Pulau Hainan, dengan luas wilayah sekira 126.250 kilometer persegi atau 48.750 mil persegi.
Jarak antara pesisir Halong di Vietnam utara dan pesisir Semenanjung Leizhou 270 km dan Halong dengan Haikou di Pulau Hainan 340 km.
Selama tiga hari, badai tropis Narra bergerak lambat di teluk yang sempit tersebut.
Pada Senin pukul 02.00 dini hari, pusat Badai Tropis Narra berada sekitar 240 kilometer di sebelah barat-barat laut Haikou. Badai ini diperkirakan akan bergerak lambat dan bertahan di sekitar wilayah Beibu Wan, menurut Observatorium Hong Kong (HKO) dalam buletin informasi yang dikeluarkan Senin.
Sebelumnya, pada Minggu (23/8) pukul 22.00 malam, pusat Badai Tropis Narra berada sekitar 240 kilometer di sebelah barat-barat laut Haikou. Minggu siang, pusat Narra berada 280 kilometer di sebelah barat-barat laut Haikou.
Badai ini diperkirakan akan bergerak lambat dan bertahan di wilayah Beibu Wan.
HKO memperkirakan Siklon Tropis Narra perlahan akan berbelok ke arah timur laut antara Senin dan Selasa (25/8), bergerak mendekati wilayah Semenanjung Leizhou.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA mengatakan badai tropis Narra hampir tidak bergerak di Teluk Tonkin.
Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).
Narra — topan Jepang Nomor 19– memiliki tekanan udara pada pusatnya 992hPa (hektopaskal).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di barat daya 220 km (120 NM) dan timur laut 165 km (90 NM), kata JMA.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan atau Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Narra berada pada posisi 235 km di sebelah timur-tenggara Hanoi, Vietnam, dan telah bergerak ke arah selatan dengan kecepatan 2 km per jam (1 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 4 meter (13 kaki), kata JTWC.
JTWC memperkirakan Narra akan bergerak perlahan ke arah selatan dalam 24 jam ke depan karena posisinya yang berada di tengah pengaruh arus pengarah (steering environment) yang saling bertentangan.
Lintasan aktual Narra kemungkinan akan tidak menentu selama periode ini, suatu hal yang tidak tercakup dalam prakiraan JTWC.
Dalam waktu sekitar 36 jam, punggungan tekanan udara dekat khatulistiwa di sebelah selatan diperkirakan akan menguat di tenggara Narra, menyebabkannya berbelok ke arah timur dan kemudian ke utara menuju pesisir selatan Tiongkok.
Dari segi intensitas, menurut JTWC, Narra diperkirakan akan mempertahankan intensitas saat ini sebesar 75 km per jam (40 knot) selama 36 jam ke depan karena wind shear (perbedaan kecepatan/arah angin) tetap relatif rendah.
Setelah 36 jam, wind shear dari arah timur dan udara kering akan meningkat, menyebabkan sistem ini mulai melemah saat mendekati pesisir Tiongkok.
JTWC memperkirakan Narra akan cepat meluruh setelah mencapai daratan dalam waktu sekitar 3 hari.
Panduan lintasan dari berbagai model masih menunjukkan ketidakpastian akibat pengaruh lingkungan pengendali arah yang saling bertentangan, kata JTWC.
Ribuan Orang Dievakuasi
Melansir Vietnamnews.vn, sirkulasi badai Narra dapat mengancam wilayah utara Vietnam dengan kondisi laut ganas, hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.
Pada pukul 13.00 hari Minggu, pusat badai berada sekitar 155 km di sebelah timur-tenggara Quảng Ninh dan 150 km di sebelah timur Hải Phòng, di sebelah utara Zona Khusus Bạch Long Vĩ.
Hingga Minggu siang, hujan, banjir, dan tanah longsor akibat badai telah menewaskan satu orang serta merusak atau menggenangi ribuan rumah, menurut Departemen Pengelolaan Tanggul serta Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Korban jiwa tersebut adalah seorang pria kelahiran tahun 1999 di Komune Thái Bình, provinsi pegunungan utara Lạng Sơn, yang tewas akibat tanah longsor yang menghantam rumahnya.
Pihak berwenang telah mengevakuasi 2.965 keluarga dari lokasi berisiko tinggi—termasuk 2.736 keluarga di Lạng Sơn, 27 di Quảng Ninh, 80 di Bắc Ninh, dan 122 di Thanh Hóa—sementara sejumlah aparat daerah dan tim penyelamat dikerahkan untuk membantu warga terdampak serta membersihkan area yang dilanda banjir dan tanah longsor.
