Senyawa Aktif Dalam Air Diduga Penyebab Kematian Dugong di Bali

FOTO: BPSPL DENPASAR

Jakarta – tim dokter dari Iam Flying Vet bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian seekor dugong (Dugong dugon) di Bali.

Dugaan sementara, penyebab kematian ini mengarah pada kasus toksikasi senyawa aktif dalam pakan atau air. Kemudian menyebabkan kematian akut.

Dugong berjenis kelamin betina ini ditemukan mati terdampar di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, akhir Juni lalu.

Kondisi terakhir dugong yang dibawa dari Balai Gondol dalam keadaan beku, dan belum dapat dilakukan nekropsi langsung pada tubuh dugong.

Proses dimulai dengan melakukan thawing (melunakkan) pada tubuh dugong dengan meletakkan dugong pada udara terbuka untuk mempercepat proses pelunakan.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan nekropsi pada tubuh dugong. Mula-mula dengan melakukan pembedahan di bagian kulit untuk mengetahui adanya lebam terkait terjadinya benturan pada mamalia laut tersebut.

Selanjutnya di bedah bagian perut mengambil bagian-bagian abdomen dan beberapa potongan darah untuk sampel yang akan diujikan di laboratorium analitik.

Kemudian lambung dibedah untuk mengambil sisa makanan yang akan uji untuk mengetahui dugaan apakah kematian mamalia ini ada pengaruh terhadap makanannya.

Sampel otak, otot, kulit dan beberapa sampel daging lainnya untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

Bagian ekor dipotong untuk untuk edukasi pemasangan tagging di mamalia laut. Kegiatan terakhir dilanjutkan dengan penguburan dugong di kuburan hewan milik klinik Kedongan Veteraniary.

Setelah nekropsi selesai, dilakukan penguburan dugong ini.*

Exit mobile version