Darilaut – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, memberikan rekomendasi agar Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat membuat suatu kajian terkait sistem drainase bagi wilayah dataran rendah yang rawan terdampak bencana banjir.
Memasuki musim penghujan, Doni memantau perkembangan informasi tentang Kota Gorontalo yang kerap kali dilanda bencana banjir yang berdampak pada beberapa kecamatan.
“Bencana hidrometeorologi kerap kali memberikan dampak kerusakan yang besar, penting bagi Provinsi Gorontalo untuk membuat suatu kajian terkait sistem drainase sebagai langkah mitigasi bencana banjir dan mampu mengurangi kerugian akibat bencana tersebut,” kata Doni, di Gorontalo Rabu (7/10).
Selain memberikan arahan tentang penguatan pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, Doni memberikan imbauan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait peningkatan kapasitas dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi.
Sementara itu, di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, banjir yang terjadi pada Senin (5/10) mengakibatkan dua jembatan rusak berat. Salah satu jembatan rusak tersebut menghubungkan antar desa.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seluma Selasa (6/10) pukul 06.25 WIB mencatat sejumlah kerugian material.
Sebanyak 47 unit rumah warga terendam, 19 rumah mengalami rusak ringan dan 18 lainnya rusak berat. Sedangkan kerusakan lain, BPBD mengidentifikasi fasilitas umum 3 unit rusak ringan.
Selain berdampak pada kerugian material, banjir juga berdampak pada 133 jiwa warga setempat.
Banjir masih mengenangi sejumlah titik dengan ketinggian berbeda antara 1 hingga 1,5 meter.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seluma masih berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan instansi terkait untuk penanganan darurat banjir.
Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (5/10) sejak pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB memicu banjir di Desa Air Keruh, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Intensitas hujan tersebut telah diprediksikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya.*
