Setiap 30 Menit Padang Lamun Hilang Seluas Lapangan Sepak Bola

Lamun memiliki peran global yang signifikan dalam mendukung ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, memperkaya keanekaragaman hayati, memurnikan air, melindungi garis pantai dan mengendalikan penyakit. FOTO: BENJAMIN L. JONES/UNSPLASH/UN.ORG

Darilaut – Ekosistem padang lamun berada dalam bahaya, setiap 30 menit padang lamun hilang seluas lapangan sepak bola. Diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia (World Seagrass Day) untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman terhadap ekosistem lamun.

Melansir Unep.org, berikut lima cara mengejutkan lamun dapat melindungi satwa liar, memberi manfaat bagi manusia, dan membantu meletakkan dasar bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.

1. Lamun Tempat Perlindungan Spesies Laut

Padang lamun merupakan tempat pembibitan bagi 20 persen perikanan terbesar di dunia, menurut laporan tahun 2020 dari dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan mitranya yang berjudul Out of the Blue: The Value of Seagrass to the Environment and to People.

Kelangsungan hidup banyak spesies, seperti penyu, kuda laut, manatee, dan dugong, bergantung pada padang lamun ini.

Berkat kanopi bawah lautnya yang berdaun, lamun juga menyediakan tempat berlindung bagi banyak invertebrata kecil, seperti kepiting dan udang, serta banyak spesies alga dan bakteri.

2. Padang Lamun Menyaring Air untuk Terumbu Karang

Sering disebut sebagai ‘penyaring air alami’, padang lamun digambarkan sebagai ekosistem super dalam laporan Out of the Blue. Padang lamun membantu membersihkan air dengan menjebak sedimen kaya karbon dan menyerap nutrisi serta patogen. Sistem yang didominasi lamun mengoksigenasi air melalui fotosintesis, meningkatkan kualitas air dan mendorong pertumbuhan terumbu karang.

Padang lamun menciptakan pusat keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat dan nutrisi bagi spesies yang tak terhitung jumlahnya.

Karena sensitivitasnya terhadap berbagai stresor dan kontaminan, lamun merupakan indikator awal kesehatan ekologis daerah pesisir.

Ketika lamun menderita, keanekaragaman hayati pun ikut terganggu.

3. Lamun Mendukung Perikanan

Lamun mirip dengan tumbuhan darat karena memiliki daun, bunga, biji, akar, dan jaringan ikat. Dengan demikian, lamun merupakan sumber makanan penting bagi ikan, gurita, udang, tiram, kerang, dan cumi-cumi, yang menopang perikanan yang menghidupi ratusan juta orang di seluruh dunia, menurut laporan Out of the Blue.

Di Tanzania, misalnya, penurunan lamun ditemukan berdampak negatif pada mata pencaharian perempuan yang mengumpulkan invertebrata, seperti kerang, siput laut, dan landak laut.

4. Lamun Penting Bagi Spesies non-Laut

Selama migrasi musim gugur beberapa angsa dan bebek memakan lamun yang mencuat dari sedimen pantai. Burung-burung lain mencari invertebrata di perairan yang seringkali dangkal di sekitar tumbuhan tersebut.

Pada Desember 2022, para pemimpin dunia menyetujui Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Montreal-Kunming, sebuah pakta yang dirancang untuk melindungi keanekaragaman kehidupan di Bumi dan menangkal krisis kepunahan yang mengancam.

Leticia Carvalho, yang sebelumnya memimpin Cabang Kelautan dan Air Tawar dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), mengatakan bahwa ketika negara-negara mengembangkan target nasional mereka di bawah perjanjian tersebut, mereka harus memasukkan perlindungan untuk padang lamun.

“Padang lamun mendukung beragam kehidupan yang menakjubkan dan melindunginya sangat penting jika kita ingin mencapai tujuan global kita tentang keanekaragaman hayati – dan kita harus melakukannya,” katanya.

5. Lamun Penawar Perubahan Iklim

Sering disebut sebagai jenis hutan biru, padang lamun, seperti halnya di darat, membantu melawan perubahan iklim. Meskipun padang lamun ini hanya menutupi 0,1 persen dasar laut, mereka merupakan penyerap karbon yang sangat efisien, menyimpan hingga 18 persen karbon laut dunia, menurut laporan Out of the Blue.

Lamun juga bertindak sebagai garis pertahanan pertama di sepanjang pantai dengan mengurangi energi gelombang, melindungi orang dari meningkatnya risiko banjir dan badai.

Dekade Restorasi Ekosistem PBB 2021–2030, yang dipimpin oleh UNEP, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dan para mitra, mencakup ekosistem darat serta ekosistem pesisir dan laut.

Sebagai seruan global untuk bertindak, dekade ini akan menyatukan dukungan politik, penelitian ilmiah, dan kekuatan finansial untuk meningkatkan restorasi secara besar-besaran.

Exit mobile version