Darilaut – Bibit siklon tropis 93W telah berkembang menjadi depresi tropis (Tropical Depression) di Laut Filipina, Saudra Pasifik bagian barat, pada Rabu (1/10).
Hasil analisis Badan Meteorologi Jepang (JMA) siklon tropis ini mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).
Sistem ini diperkirakan akan mendarat di Pulau Luzon Filipina, kemudian akan melintasi Laut Cina Selatan.
Tekanan udara pada pusatnya 1006hPa (hektopaskal). Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 15 meter per detik (30 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 23 meter per detik (45 knot), kata JMA.
Depresi Tropis dengan nama Filipina “Paolo”, menurut Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), terletak di timur Luzon selatan.
Paolo diprakirakan akan bergerak secara umum ke arah barat laut, kata PAGASA dalam buletin informasi yang dikeluarkan Rabu pukul 11.00 waktu setempat.
Berdasarkan prakiraan lintasan, Paolo dapat mencapai daratan di atas Isabela atau Aurora utara pada Jumat (3/10) pagi atau sore. Pergeseran lintasan lebih lanjut ke arah selatan dimungkinkan, tergantung pada kekuatan area bertekanan tinggi di utara Paolo.
Menurut PAGASA, Paolo akan terus menguat saat berada di atas Laut Filipina dan dapat mencapai kategori badai tropis parah pada Jumat pagi.
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan siklon tropis ini akan bergerak mendekati Luzon. Setelah itu, akan melintasi Laut Cina Selatan bagian utara dan tengah selama akhir pekan.
Sistem diperkirakan akan bergerak di sepanjang pantai barat Guangdong dan Pulau Hainan bagian timur. Namun, kata HKO, intensitasnya masih belum pasti.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan bibit siklon tropis 93W yang berada di Laut Filipina mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (20–25 knot).
Kondisi lingkungan mendukung perkembangan dengan geseran angin rendah 10–20 km per jam (5–10 knot), serta suhu permukaan laut yang hangat (28–30°C).
