Darilaut – Siklon Tropis Iggy (10U) saat ini telah terbentuk di selatan Jawa Barat, Samudra Hindia, pada Kamis (1/1).
Siklon tropis ini, dapat membawa hujan dan angin kencang di Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Sistem yang berjarak 430 km tenggara Pulau Christmas Australia atau 600 km dari pesisir selatan Jawa Barat.
Iggy dengan intensitas kategori 1, mengemas angin kencang di dekat pusat badai 75 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 100 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia.
Siklon Tropis Iggy (10U) berada di perairan terbuka jauh di tenggara Pulau Christmas. Iggy kemungkinan akan terus berkembang hingga Sabtu pagi saat bergerak menuju tenggara.
Kemudian pada hari Sabtu, Iggy diperkirakan akan melambat dan berbelok ke barat. Sebagai sistem kecil, Iggy kemungkinan akan merespons dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan kemungkinan akan semakin menguat menjadi siklon tropis yang parah.
Iggy kemungkinan akan melemah di bawah intensitas siklon tropis selama hari Minggu (4/1) saat bergerak ke barat di atas perairan terbuka, kata BOM.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center) mengatakan Iggy telah bergerak ke selatan-tenggara dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC.
JTWC memperkirakan sistem ini akan mencapai intensitas puncak 110 km per jam (60 knot) dalam 24 jam. Saat sistem bergerak ke barat, akan terus melemah.
Iggy yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 2 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Menurut BMKG dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Banten, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Yogyakarta dan Perairan selatan Banten hingga Yogyakarta, kata BMKG.
