Darilaut – Observatorium Hong Kong Rabu (2/11) siang mengeluarkan peringatan Sinyal Badai No 8 untuk siklon tropis Nalgae yang mendekati wilayah tersebut. Sinyal Badai atau Badai Barat Laut No. 8 ini dikeluarkan pada pukul 13.40 waktu setempat.
Dalam buletin Observatorium yang diterbitkan Rabu pukul 13.45, menjelaskan bahwa Sinyal Badai No. 8 berarti angin dengan kecepatan rata-rata 63 kilometer per jam atau lebih diperkirakan dari kuartal barat laut.
Pada pukul 14.00 hari ini, menurut Observatorium, Badai Tropis Nalgae berpusat sekitar 170 kilometer selatan-tenggara Hong Kong atau dekat 21,0 derajat utara – 115,0 derajat timur.
Badai tropis parah ini diperkirakan akan bergerak ke barat laut sekitar 10 kilometer per jam, mendekati sebelah barat Muara Sungai Mutiara.
Perkiraan terbaru Observatorium, Nalgae akan melemah secara bertahap. Namun, itu akan sangat dekat dengan Muara Sungai Mutiara malam ini, mengitari sekitar 150 kilometer ke selatan wilayah itu.
Angin lokal akan berubah secara bertahap dari utara ke timur hari ini. Area yang sebelumnya terlindung dapat menjadi terbuka, kata Observatorium.
Sinyal Badai No. 8 akan tetap berlaku sebelum pukul 18.00. Apakah sinyal dipertahankan atau tidak, tergantung melemahnya Nalgae dan jaraknya dari Hong Kong.
Pita hujan yang terkait dengan Nalgae akan mempengaruhi sekitar Muara Sungai Mutiara. Hujan di wilayah tersebut diperkirakan akan lebih sering terjadi hari ini.
Laut berombak. Anggota masyarakat disarankan untuk menjauh dari garis pantai dan tidak melakukan olahraga air, kata Observatorium.
Dalam satu jam terakhir, menurut Observatorium, angin berkelanjutan maksimum yang tercatat di Tate’s Cairn, Pulau Waglan dan Cheung Chau adalah 62, 48 dan 44 kilometer per jam dengan hembusan maksimum masing-masing 71, 55 dan 62 kilometer per jam.
Mengutip Hongkongfp.com, Hong Kong dan Kowloon Ferry Limited, yang menjalankan rute feri termasuk antara Central dan Lamma Island, juga mengumumkan penangguhan layanannya.
Klub Joki Hong Kong telah membatalkan pacuan kuda Rabu malam. Begitu pula Otoritas Ujian dan Penilaian Hong Kong melakukan penundaan tes.
Di bawah dampak Nalgae, kelas di semua sekolah juga dihentikan.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Badai Tropis Nalgae dengan nama Filipina “Paeng” membawa dampak langsung pada tinggi gelombang maksimum 8,5 meter (28 feet).
Sebelum masuk ke Laut Cina Selatan, siklon tropis Nalgae telah melintasi dan mendarat di Filipina. Saat sistem ini mendekat pulau-pulau dan mendarat di Filipina membawa hujan lebat yang menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Nalgae mendarat di (1) Virac, Catanduanes, (2) Caramoan, Camarines Sur, (3) Buenavista, Quezon, (4) Santa Cruz, Marinduque dan (5) San Juan, Batangas.
Lebih dari 130 orang meninggal di Filipina dan jutaan orang terdampak Nalgae. Sedikitnya 17 wilayah terkena dampak angin kencang dan hujan lebat.
Tercatat lebih dari 554 insiden banjir di berbagai wilayah di seluruh negeri. Sebanyak 4.863 rumah rusak, 758 di antaranya rusak total.
Dari 119 bandara dan pelabuhan yang terkena dampak, hanya sekitar 23% yang kembali beroperasi.
Layanan listrik, air, telekomunikasi yang terkena dampak saat ini sedang dipulihkan dengan dukungan dari sektor swasta.
Sumber: Hong Kong Observatory (hko.gov.hk), Hongkongfp.com, Zoom.earth/JTWC, The Associated Press (Apnews.com), dan Reliefweb.int
