Darilaut – Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Narelle terus menguat di Laut Koral (Sea Coral) bagian utara, dan diperkirakan akan membawa dampak parah di utara Queensland, Australia.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology, BoM) Australia mengatakan intensitas sistem ini berada di kategori 2.
Angin kencang di dekat pusat mencapai 100 kilometer per jam dengan embusan angin hingga 140 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi.
Hingga Selasa malam, Narelle dengan jarak 730 kilometer timur laut Pulau Willis dan 1160 kilometer timur laut Cooktown.
Sistem bergerak ke barat dengan kecepatan 15 kilometer per jam, menurut Biro Meteorologi.
Biro Meteorologi memperkirakan Narelle akan bergerak stabil ke barat dan mendekati pantai timur laut Queensland antara Lockhart River dan Port Douglas. Dampak yang parah kemungkinan terjadi pada akhir pekan.
Bahaya yang menyertai, embusan angin kencang yang merusak hingga 155 km per jam mungkin terjadi antara Coen dan Cooktown mulai Kamis (19/3) malam.
Angin kencang dengan embusan angin yang merusak hingga 120 km jam mungkin terjadi antara Cape Melville dan Port Douglas mulai Kamis pagi.
Angin kencang dengan hembusan angin yang merusak hingga 120 km per jam juga mungkin terjadi antara Lockhart River dan Cape Melville mulai Kamis siang.
Selain itu, hujan lebat dapat menyebabkan banjir bandang, serta kondisi pasang surut dan gelombang laut.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Narelle telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC.
Narelle diperkirakan akan bergerak ke arah barat menuju Semenanjung Cape York.
Pendaratan awal diperkirakan akan terjadi sekitar 60 jam di sebelah timur Coen, Australia.
Menurut JTWC Narelle akan muncul di Teluk Carpentaria sekitar 3 hari lagi dan terus bergerak ke arah barat dengan pendaratan kedua diperkirakan akan terjadi sekitar 4 hari lagi di sekitar Groote Eylandt.
Dari segi intensitas, kata JTWC, Narelle diperkirakan akan mengalami intensifikasi cepat (RI) selama 2 hari ke depan hingga intensitas puncak sekitar 215 km per jam (115 knot) sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang menguntungkan.
