Narelle diperkirakan akan berbelok ke selatan dan akan menguat sebagai sistem Kategori 4.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Narelle dapat memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia.
Dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, berupa hujan sedang – lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angin Kencang di Nusa Tenggara Timur.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Arafura bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali. –
Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Laut Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat dan Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur, menurut BMKG.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Narelle telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum 6,1 meter (20 kaki).
Narelle diperkirakan akan bergerak ke arah barat daya, menuju North West Cape, Australia Barat, kata JTWC.
Menurut JTWC pendaratan di dekat semenanjung diperkirakan terjadi tak lama setelah 36 jam dan jalur sistem berada sedikit di sebelah barat kota Exmouth dan Learmonth, dengan radius angin 120 km per jam (64 knot) kemungkinan besar akan mencakup seluruh area tersebut.




