Darilaut – Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Narelle telah menyusur pantai North West Cape di Australia Barat, Samudra Hindia, Jumat (27/3) pagi. Narelle dapat berdampak hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Saat ini dinding mata (pusat) sudah berada di pantai North West Cape atau dengan jarak 22 km barat laut Exmouth.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology, BOM) Australia mengatakan Siklon Tropis Narelle kategori 4, berdampak pada pantai barat Pilbara dan meluas hingga pantai Gascoyne pagi ini.
Angin kencang di dekat pusat badai mencapai 185 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 260 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi.
Area yang terdampak dalam zona peringatan di Whim Creek hingga Jurien Bay, termasuk Karratha, Onslow, Exmouth, Coral Bay, Carnarvon, Denham dan Geraldton, dan meluas ke pedalaman hingga Pannawonica, Murchison dan Dalwallinu.
Menurut Biro Meteorologi peringatan cuaca buruk juga berlaku untuk embusan angin kencang yang merusak di sebelah timur Whim Creek dan di bagian pedalaman Pilbara.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan Siklon Tropis Narelle memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 27 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Dampak tersebutberupa hujan sedang – lebat di Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hidia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang kategori tinggi(1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, kata BMKG.
Narelle telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 11,6 meter (38 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Sistem ini, menurut JTWC, berada pada atau mendekati intensitas puncaknya, dengan hanya sekitar 6 jam hingga interaksi daratan dan pendinginan suhu permukaan laut akan memulai fase pelemahan yang cepat.
Pelemahan lebih lanjut akan didorong oleh peningkatan geser angin barat selama 24 jam ke depan. Transisi subtropis diperkirakan akan dimulai sekitar 36 jam lagi dan selesai dalam 2 hari saat sistem bergerak ke tenggara Perth, kata JTWC.
