Siklon Tropis Ragasa Menguat Menjadi Badai Tropis Parah di Laut Filipina

Perkiraan jalur lintasan topan Ragasa, Sabtu (20/9). GAMBAR: JMA

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Ragasa telah menguat menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) di Laut Filipina, Samudra Pasifik barat, pada Sabtu (20/9).

Ragasa dengan nama Filipina “Nando” terletak 980 km di timur-timur laut Manila, Filipina, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) .

Sistem ini, menurut JTWC, telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7,9 meter (26 kaki).

Ragasa diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut selama 2 hari ke depan. Setelah 2 hari, diperkirakan mengarah ke barat. Dalam 48 jam hingga 5 hari, Ragasa akan memulai lintasan barat-barat laut hingga melemah ke arah barat.

Saat Ragasa mendekati Selat Luzon, kecepatan lintasan akan mulai meningkat. Terkait intensitas, kata JTWC, topan Ragasa diperkirakan akan meningkat pesat hingga 220 km per jam (120 knot) dalam 3 hari.

Kondisi lingkungan diperkirakan akan tetap sangat mendukung. Intensitas maksimum diperkirakan mencapai 220 km per jam (120 knot) dalam 3 hari ke depan seiring badai bergerak melalui Selat Luzon, kata JTWC.

PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration – Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) mengatakan Badai Tropis Parah “Nando” semakin intensif Ketika bergerak ke barat laut di atas Laut Filipina.

Nando diperkirakan akan bergerak secara umum ke arah barat laut dalam 24 jam ke depan sebelum berbelok menuju Luzon Utara Ekstrem.

Berdasarkan prakiraan lintasan, menurut PAGASA, pusat Nando mungkin melintas dekat atau mendarat di atas Kepulauan Batanes atau Babuyan antara Senin (22/9) sore atau malam.

PAGASA memperkirakan Nando akan terus menguat saat berada di atas Laut Filipina. Badai ini mungkin mencapai kategori topan dalam 12 jam ke depan dan topan super pada hari Senin sebelum mendekati Kepulauan Batanes-Babuyan.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) Ragasa saat ini bergerak lambat ke barat barat-laut. Tekanan udara pada pusatnya 985hPa (hektopaskal).

Ragasa mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (55 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 40 meter per detik (80 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 55 km (30 NM) dan area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 500 km (270 NM) – barat-laut 390 km (210 NM), kata JMA.

Exit mobile version