Darilaut – Sebanyak 50 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri Gorontalo Utara dengan antusias mengikuti praktik magang di PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT).
PT AGIT adalah perusahaan resmi yang ditunjuk untuk proyek Pengelolaan Pelabuhan Anggrek dengan skema pendanaan kreatif non APBN melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Pelatihan dan praktik magang di PT AGIT berlangsung pada 19 Oktober 2024 hingga 7 Desember 2024. Siswa difokuskan pada keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris.
Berlangsung selama delapan minggu, program pelatihan bahasa Inggris yang diinisiasi oleh PT AGIT bekerja sama dengan Gorontalo English Care tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
Dengan kemampuan berbahasa asing akan membuka peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah Gorontalo.
Bagi Chelsy, seorang siswa berprestasi SMKN 1 Gorontalo Utara yang mengambil studi di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, pelatihan ini merupakan peluang berharga.
“Di sekolah, kami hanya punya satu guru bahasa Inggris. Sesuai dengan studi saya, saya ingin sekali memperdalam kemampuan saya untuk bisa mengikuti tren perkembangan teknologi yang ada di seluruh dunia tanpa adanya kendala bahasa,” ujarnya.
Pelatihan selama delapan minggu ini sangat berkesan dan telah meningkatkan kepercayaan diri saya untuk berkontribusi lebih besar bagi Gorontalo di masa depan, kata Chelsy.
Bukan hanya Chelsy yang merasakan hal serupa. Resti, siswi berprestasi SMKN 1 jurusan Manajemen Perkantoran dan Pelayanan Bisnis, juga berbagi harapan besar dari program pelatihan ini. Ia melihat bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi bekal penting bagi masa depannya.
“Bahasa Inggris itu penting sekali, apalagi kalau nanti kita melamar kerja atau melanjutkan pendidikan. Cita-cita saya ingin bekerja di perusahaan yang ada di Gorontalo. Saya juga ingin berkomunikasi dengan lancar dengan orang-orang di luar negeri untuk menyerap ilmunya dan mungkin suatu hari bisa dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap kemajuan Gorontalo,” kata Resti.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan percakapan sehari-hari.
Program ini didesain secara khusus oleh Gorontalo English Care agar siswa tidak merasa terbebani dengan pembelajaran bahasa, melainkan menikmati prosesnya.
Dalam delapan sesi pelatihan, mereka dibimbing untuk lebih percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris, yang diharapkan dapat menjadi bekal mereka di dunia kerja atau pendidikan tinggi.
Selain memberikan pelatihan bahasa Inggris, PT AGIT juga membuka kesempatan magang bagi 3 siswa terbaik yang akan dipilih berdasarkan prestasi dan keaktifan mereka selama pelatihan berlangsung.
Kesempatan magang ini menjadi peluang bagi para siswa, untuk merasakan praktik kerja lapangan di dunia kerja yang sebenarnya.
“Saya sangat tertarik untuk magang di PT AGIT. Ini bisa menjadi pengalaman pertama saya di dunia kerja yang sebenarnya, apalagi PT AGIT ini adalah perusahaan besar yang berorientasi internasional. Saya yakin, pengalaman ini sangat berharga untuk masa depan saya,” kata Resti penuh dengan semangat.
Kepala Sekolah SMKN 1 Gorontalo Utara, Eddyson, mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT AGIT atas kesempatan yang luar biasa ini. Para siswa sangat antusias, terutama ketika mereka tahu bahwa ada peluang magang bagi siswa terbaik. Ini bukan hanya tentang belajar bahasa Inggris, tetapi tentang mempersiapkan masa depan mereka.
”Sebagai salah satu sekolah yang letaknya paling dekat dengan Pelabuhan Anggrek, saya berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih banyak lagi bagi siswa-siswa kami,” ujar Eddyson.
Program magang yang ditawarkan oleh PT AGIT ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk bekerja di perusahaan tersebut setelah lulus.
Chairman dan Shareholder Gobel Group, Rachmat Gobel, menjelaskan bahwa program praktik magang ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Gorontalo.
“Kami berharap, melalui pelatihan dan magang ini, para siswa dapat memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Kami ingin mereka tidak hanya sekadar belajar, tetapi juga mengambil peran aktif dalam memajukan Gorontalo,” ujarnya.
