Darilaut – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan… menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5).
Menag Nasaruddin mengatakan dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas.
“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” kata Menag Nasaruddin.
Menurut Menag di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 17 Mei 2026 menetapkan 1 Zulhijjah 1447 H bertepatan dengan 18 Mei 2026.
Dengan begitu, Iduladha 1447 H bertepatan dengan 27 Mei 2026.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” ujar Menag.
Menag menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna sosial yang sangat nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan dan protein keluarga, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.




