Darilaut – Untuk musim NDJ (November – Desember 2026 – Januari 2027), prakiraan dari gabungan berbagai model (multi-model ensemble) menunjukkan peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang terjadi hampir di seluruh wilayah daratan dunia.
Pasifik Khatulistiwa
Di wilayah tropis, peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang cukup besar mencakup wilayah Afrika khatulistiwa, Amerika Selatan khatulistiwa, dan Benua Maritim (Maritime Continent).
Menurut Pembaruan Iklim Musiman Global November 2026–Januari 2027 (Global Seasonal Climate Update November 2026-January 2027) Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di atas cekungan samudra, prakiraan ini mencerminkan dampak dari peristiwa El Niño yang kuat.
Probabilitas yang sangat tinggi (melebihi 80%) untuk suhu di atas normal mendominasi wilayah Pasifik khatulistiwa di sebelah timur Date Line (Garis Tanggal Internasional), memanjang ke arah timur hingga ke pesisir Amerika Selatan, dengan cakupan lintang yang semakin luas; inti dari wilayah hangat ini menunjukkan konsistensi model yang paling tinggi.
Kecenderungan meluasnya peningkatan probabilitas suhu di atas normal juga terlihat di Samudra Hindia dan wilayah tropis Samudra Atlantik. Sebaliknya, wilayah dengan peningkatan probabilitas suhu di bawah normal hingga mendekati normal diprakirakan terjadi di kawasan Atlantik Utara subpolar.
Selain itu, terdapat zona yang jelas dengan peningkatan probabilitas suhu di bawah normal yang berpusat di wilayah subtropis Pasifik Selatan (antara 10°LS dan 30°LS), tepat di sebelah selatan wilayah inti El Niño; temuan ini didukung oleh konsistensi model yang kuat.
Bumi Utara
Di Belahan Bumi Utara, peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang cukup besar mencakup wilayah Afrika, Eropa bagian selatan, Semenanjung Arab, Subbenua India, Asia Timur, wilayah pesisir barat Amerika Utara di sebelah selatan 60°LU, wilayah timur laut Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia, serta Lingkar Arktik di sebelah utara 60°LU.
Konsistensi model di wilayah-wilayah tersebut tergolong moderat hingga kuat. Sebaliknya, peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang lebih lemah terlihat di sebagian wilayah Asia bagian utara di sepanjang garis 50°LU, wilayah barat laut Amerika Utara, dan wilayah pedalaman Greenland.
Untuk wilayah Amerika Utara bagian selatan hingga ke Amerika Tengah bagian utara, sinyal yang diprediksi serta konsistensi modelnya tergolong lemah.
Bumi Selatan
Di Belahan Bumi Selatan, peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang kuat terpusat di Afrika serta Amerika Selatan di antara garis khatulistiwa dan 30°LS, yang didukung oleh konsistensi model yang kuat.
Peningkatan probabilitas suhu di atas normal yang moderat diprediksi terjadi di Australia. Sementara itu, peningkatan probabilitas suhu di bawah normal yang lemah diprediksi terjadi di wilayah pesisir timur dan pedalaman sekitarnya di Amerika Selatan bagian selatan, dengan tingkat konsistensi model yang rendah hingga moderat.
