Senin, Oktober 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

redaksi
26 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Selama beberapa dekade terakhir, populasi gorila gunung di Taman Nasional Bwindi Impenetrable di Uganda telah meningkat secara stabil hingga mencapai lebih dari 400 ekor. FOTO: UNEP/UN News

Darilaut – Hilangnya keanekaragaman hayati terus mengacaukan kehidupan miliaran orang. Sekretaris Eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB, Astrid Schomaker, mengatakan, pada tahun 2022 sebanyal 196 negara telah membuat komitmen. Namun, kita semua bertanggung jawab satu sama lain dan kepada generasi mendatang.

”Apa yang terjadi di Yerevan ini sangatlah penting. Miliaran orang yang kehidupannya terganggu akibat hilangnya keanekaragaman hayati sangat bergantung pada kemajuan yang dicapai di sini selama dua minggu ke depan,” ujar Schomaker.

Tujuan dari perundingan di ibu kota Armenia ini adalah untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai sejauh ini serta menindaklanjuti cetak biru perlindungan keanekaragaman hayati yang telah disepakati, yaitu Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, yang diadopsi empat tahun lalu.

Gagasan Masyarakat Adat

“Bertindak demi alam benar-benar membuahkan hasil”, Schomaker menyerukan agar “energi dan gagasan yang belum tergali” dari masyarakat adat, komunitas lokal, perempuan, dan kaum muda dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan selama perundingan berlangsung.

“Kita membutuhkan keterlibatan yang lebih luas dari berbagai kota, sektor bisnis, dan lembaga keuangan… bukti ilmiahnya sudah jelas. Tidak ada satu pun negara, perekonomian, atau masyarakat yang kebal terhadap dampak hilangnya keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: António GuterresCOP17keanekaragaman hayatiPBB
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

26 Oktober 2026
Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

TERBARU

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

AmsiNews

REKOMENDASI

Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Stop Beli Tiket Pertunjukan Lumba-lumba

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Banjir Jabodetabek, 9 Meninggal Dunia

Bertambah Hewan Laut Terdampar, LIPI: Ada Permasalahan Serius

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Kebakaran Hutan dan Lahan Terluas di Kalimantan Barat dan NTT

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.