Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Kawanan kuda, jika dikelola secara berkelanjutan, bermanfaat bagi tanah dan satwa liar setempat. FOTO: Valdimir Vujeva/Unsplash/UNEP

Darilaut – Kalender lunar menandai setiap tahun dengan salah satu dari 12 hewan, dan tahun 2026 beralih dari Tahun Ular – pahlawan keanekaragaman hayati – ke Tahun Kuda.

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, sekitar 2 miliar orang merayakan awal Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 M.

Kuda telah diam-diam membentuk lingkungannya selama lebih dari 50 juta tahun dan menemani perkembangan manusia selama 4 milenium terakhir.

Melansir Unep.org, setiap bulan Juli, makhluk-makhluk ini dihormati pada Hari Kuda Sedunia, dan tahun ini juga merupakan Tahun Internasional Padang Rumput dan Peternak, yang mengakui jenis komunitas dan ekosistem tertentu yang telah didukung secara kritis oleh kuda.

Meskipun hanya ada satu spesies kuda liar sejati yang tersisa (dan tidak banyak yang tersisa), tidak dapat disangkal pentingnya kuda liar dan hewan pemakan rumput liar lainnya untuk memelihara dan memulihkan ekosistem.

Kuda liar (feral) dan kuda domestik lainnya juga memainkan peran penting. Jika dikelola secara berkelanjutan dan diperlakukan secara etis, mereka akan terus berkontribusi pada masyarakat dan ekosistem di seluruh dunia.

Di awal Tahun Kuda ini, kita mengalihkan perhatian pada kuda serta spesies kuda lainnya – dari keledai hingga zebra – yang memainkan peran penting dalam kesehatan planet kita.

Berikut empat pelajaran tentang aksi lingkungan yang dapat kita pelajari dari kuda menurut Program Lingkungan PBB (UNEP).

1. Kuda Insinyur Ekosistem

Padang rumput, semak belukar, dan sabana termasuk di antara ekosistem yang paling kurang dilindungi dan paling diremehkan di planet ini. Mereka terancam oleh degradasi, penggunaan yang tidak berkelanjutan, dan perubahan iklim. Pengelolaan yang memadai terhadap hewan ternak besar, seperti kuda, dapat membantu memulihkan keseimbangan.

UNEP mendukung proyek-proyek yang memperkenalkan kembali kuda liar ke ekosistem yang rapuh ini. Salah satunya adalah Inisiatif Altyn Dala di Kazakhstan, yang telah diakui sebagai Unggulan Restorasi Dunia di bawah Dekade Restorasi Ekosistem PBB.

Selain kuda liar, kulan – keledai liar – kini kembali untuk menjaga keseimbangan stepa Kazakhstan. FOTO: Frankfurt Zoological Society/UNEP

Setelah puluhan tahun kehilangan keanekaragaman hayati, ekosistem Altyn Dala – yang secara harfiah berarti “padang rumput emas” – menjadi rentan terhadap kebakaran hutan, karena rumput tumbuh terlalu panjang dan mulai lebih mudah terbakar akibat perubahan iklim.

Inisiatif ini mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan kembali tiga jenis pemakan rumput: antelop Saiga, kulan (keledai liar), dan kuda Przewalski – kuda liar langka yang berasal dari Asia Tengah. Kuda-kuda ini telah menghilang dari dataran Kazakhstan selama lebih dari 200 tahun dan sekarang sedang dikembalikan ke alam liar berkat kemitraan dengan kebun binatang Eropa.

2. Kuda Memperbaiki Lingkungan Bagi Spesies Lain

Tindakan kuda dalam ekosistem seringkali membuat ekosistem tersebut lebih ramah bagi spesies lain juga.

Di seluruh dunia, kuda telah diamati menggali sumur hingga sedalam dua meter untuk mencari air, yang kemudian juga dikunjungi oleh spesies lain. Kuda yang berkeliaran bebas dikenal membantu penyebaran biji dan mendukung siklus nutrisi tanah, dan melalui penggembalaan, mereka menjaga ruang terbuka, yang kemudian menarik berbagai serangga, burung, dan tumbuhan.

Namun, ketika terlalu banyak kuda merumput di suatu lanskap, tekanan tersebut dapat menjadi tidak berkelanjutan. Untuk meningkatkan kesehatan kawanan dan membantu menghindari penggembalaan berlebihan, Vanishing Treasures Programme UNEP menyediakan stasiun vaksinasi dan penandaan di lapangan di Asia Tengah.

Ini membantu mencegah penyebaran penyakit ke hewan lain dan memungkinkan pengelolaan kawanan yang lebih baik untuk menghindari degradasi padang rumput dan penggurusan. Antara Juni 2022 dan Juni 2024, lebih dari 6.500 kuda telah ditandai dan 120 kuda divaksinasi di Kyrgyzstan saja.

3. Kuda Perwujudan Ketahanan

Bahkan di dunia berteknologi tinggi saat ini, kuda domestik masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak wilayah. Mereka membantu mencapai tempat-tempat terpencil yang tidak dapat diakses oleh mobil, menggembalakan ternak di padang rumput yang luas, dan menyediakan sumber makanan tradisional di wilayah tertentu.

Populasi Mongolia yang berjumlah 3,3 juta jiwa masih sangat bergantung pada 3,4 juta kuda di negara tersebut.

Kuda mewujudkan ketahanan. Mereka adalah pekerja yang kuat, telah beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem dan dapat menaklukkan medan yang sulit. Di pegunungan Kyrgyzstan, UNEP mendukung pemerintah dalam membangun koridor ekologi pegunungan, kawasan lindung terbesar hingga saat ini. Kuda digunakan oleh penjaga hutan untuk memantau koridor, serta dalam kegiatan berkuda yang mendukung ekonomi ekowisata.

Sementara itu, di Pegunungan Andes Amerika Latin, masyarakat menggunakan kuda untuk upacara penanaman pohon massal dalam upaya memulihkan hutan dataran tinggi di wilayah tersebut.

4. Kuda Lebih Kuat Jika Bersatu

Kuda tidak dilengkapi dengan taring tajam atau cakar yang kuat. Senjata rahasia mereka adalah mereka saling menjaga dan mencari keselamatan dalam jumlah besar. Perilaku ini membantu mereka tetap waspada dan saling memperingatkan tentang predator yang mendekat. Ketika menghadapi bahaya, kawanan bergerak sebagai kelompok.

Zebra telah diamati membentuk lingkaran pelindung ketika diserang oleh singa, menempatkan anak-anaknya di tengah dan menghadap ke dalam, sambil menendang ke luar.

Exit mobile version