Berikut empat pelajaran tentang aksi lingkungan yang dapat kita pelajari dari kuda menurut Program Lingkungan PBB (UNEP).
1. Kuda Insinyur Ekosistem
Padang rumput, semak belukar, dan sabana termasuk di antara ekosistem yang paling kurang dilindungi dan paling diremehkan di planet ini. Mereka terancam oleh degradasi, penggunaan yang tidak berkelanjutan, dan perubahan iklim. Pengelolaan yang memadai terhadap hewan ternak besar, seperti kuda, dapat membantu memulihkan keseimbangan.
UNEP mendukung proyek-proyek yang memperkenalkan kembali kuda liar ke ekosistem yang rapuh ini. Salah satunya adalah Inisiatif Altyn Dala di Kazakhstan, yang telah diakui sebagai Unggulan Restorasi Dunia di bawah Dekade Restorasi Ekosistem PBB.

Setelah puluhan tahun kehilangan keanekaragaman hayati, ekosistem Altyn Dala – yang secara harfiah berarti “padang rumput emas” – menjadi rentan terhadap kebakaran hutan, karena rumput tumbuh terlalu panjang dan mulai lebih mudah terbakar akibat perubahan iklim.
Inisiatif ini mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan kembali tiga jenis pemakan rumput: antelop Saiga, kulan (keledai liar), dan kuda Przewalski – kuda liar langka yang berasal dari Asia Tengah. Kuda-kuda ini telah menghilang dari dataran Kazakhstan selama lebih dari 200 tahun dan sekarang sedang dikembalikan ke alam liar berkat kemitraan dengan kebun binatang Eropa.




