Darilaut – Pariwisata menghubungkan manusia dengan alam. Pariwisata berkelanjutan memiliki kemampuan unik untuk mendorong tanggung jawab dan konservasi lingkungan.
Melansir Un.org pariwisata berkelanjutan dapat berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja penuh dan produktif serta pekerjaan layak bagi semua.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 17 Februari setiap tahunnya memperingati Hari Ketahanan Pariwisata (Global Global Tourism Resilience Day).
Perayaan ini di diproklamasikan Majelis Umum PBB dalam resolusi A/RES/77/269. Tujuannya, untuk menekankan perlunya mendorong pengembangan pariwisata yang tangguh untuk menghadapi guncangan, dengan mempertimbangkan kerentanan sektor pariwisata terhadap keadaan darurat.
Ini juga merupakan seruan untuk bertindak bagi Negara Anggota untuk mengembangkan strategi nasional untuk rehabilitasi setelah gangguan, termasuk melalui kerja sama swasta-publik dan diversifikasi kegiatan dan produk.
Menurut UN total pendapatan ekspor dari pariwisata diperkirakan mencapai USD 2,2 triliun.
Untuk ketahanan pariwisata dan aksi, pada 16–18 Februari berlangsung Konferensi dan Pameran Hari Ketahanan Pariwisata Global ke-4. Kegiatan ini diselenggarakan di Nairobi, Kenya, dengan tema “Ketahanan Pariwisata dalam Aksi: Dari Respons Krisis hingga Transformasi yang Berdampak.”




