Tanah Longsor dan Banjir Terjadi di Berbagai Daerah

Jalan nasional di KM 59 Piket Nol Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang amblas, Jumat (4/11). FOTO: BPBD Kabupaten Lumajang/BNPB

Darilaut – Dalam sepekan di awal November ini hujan lebat menyebabkan tanah longsor dan banjir di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dua warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Kamis (3/11).

Keduanya meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya yang roboh oleh material longsoran tebing dari bagian atas samping tempat tinggal korban.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melaporkan peristiwa longsoran tebing itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kebumen, Basarnas, TNI, Poli, relawan dan perangkat desa setempat telah berhasil mengevakuasi kedua jasad korban dari reruntuhan bangunan yang tertimbun material tanah longsor.

Sementara akses jalan nasional menuju Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang di Jawa Timur putus setelah amblas di bagian sisi luar tebing.

Lokasi kejadian berada di KM 59 Piket Nol Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Menurut BPBD Kabupaten Lumajang, peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Candipuro pada Kamis (2/11).

Hujan lebat secara tidak langsung membuat tanah di bagian bawah jalan menjadi jenuh oleh air sehingga menyebabkan amblas dan tidak dapat dilalui segala jenis kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di Desa Girikancana, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat akses jalan warga terputus akibat tanah longsor pada Kamis (3/11).

Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat serta struktur tanah yang labil sehingga menyebabkan badan jalan raya Cibalong – Pamijahan sekitar 50 meter terbawa longsor.

Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara menetapkan status Keadaan Darurat pasca banjir melanda wilayahnya pada Kamis (3/11). Keputusan itu tertuang dalam Surat Bupati No. 362/899/BPBD/2022 dan berlaku selama 1 bulan terhitung sejak Kamis (3/11) hingga Sabtu (3/12).

Menurut BPBD Kabupaten Labuhanbatu Utara, banjir terjadi dipicu oleh hujan deras disertai robohnya tanggul di area perumahan warga pada Rabu (2/11).

Banjir merendam 400 unit rumah warga di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Aek Kanopan dan Kelurahan Aek Kanopan Timur di Kecamatan Kualuh Hulu. Tinggi Muka Air (TMA) beragam dan yang tercatat paling tinggi hingga 2 meter. 100 KK sempat mengungsi akibat terdampak peristiwa tersebut.

BPBD Kota Langsa melaporkan sebanyak 6.782 warga terdampak banjir yang melanda Kota Langsa, Provinsi Aceh, pada Jumat (4/11). Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur hingga mengakibatkan luapan sungai Krung Langsa yang berdampak ke pemukiman warga.

Sedikitnya 2.261 rumah warga tergenang banjir di tiga kecamatan. Kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Langsa Baro, Kecamatan Langsa Kota dan Kecamatan Langsa Lama.

Peristiwa banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada Kamis (3/11), setelah Sungai Kalitengah dan Sungai Gading meluap hingga permukiman warga.

Pusat Pengendal Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (5/11), banjir sempat menggenangi rumah warga dengan ketinggian muka air 15 hingga 100 centimeter, kondisi terkini banjir telah surut.

Banjir ini berdampak pada 3.395 KK / 8.104 jiwa, mencakup Desa Karanggandu, Desa Prigi, Desa Sawahan dan Desa Tasikmadu yang berada di Kecamatan Watulimo. Selain itu juga berdampak pada Desa Tawing, Desa Bangun, Desa Munjungan dan Desa Bendoroto pada wilayah Kecamatan Munjungan.

Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, dilaporkan sebanyak 24 unit rumah alami rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang dan 26 unit rumah alami rusak ringan serta satu unit sarana pendidikan ikut terdampak. Selain itu juga menyebabkan 5 unit jembatan alami rusak berat, serta Jalur Kampak – Munjungan tertutup material longsor.

BPBD Kabupaten Trenggalek bersama tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan bencana, seperti melakukan pendataan, evakuasi dan melakukan pemantauan debit air.

Banjir terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/11). Sejumlah warga di dua desa terdampak membersihkan sampah setelah banjir surut pada Jumat lalu (4/11).

Material longsor yang menimbun beberapa titik jalan telah selesai dibersihkan oleh petugas gabungan.

BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, pemerintah daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Di samping itu, Suharyanto juga meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan perbaikan lingkungan sehingga bencana seperti banjir, banjir bandang hingga tanah longsor tidak terjadi ke dua kalinya.

Upaya seperti monitoring lereng tebing, khususnya yang berada di wilayah perkotaan dan permukiman padat penduduk agar dilakukan secara berkala.

Di samping itu, perlu dilakukan monitoring di sepanjang bantaran sungai melalui kegiatan susur sungai.

Normalisasi sungai dan kanal serta pembersihan drainase permukiman agar dilakukan secara berkala untuk mengurangi potensi bencana susulan yang juga dapat disebabkan oleh kondisi tata ruang lingkungan.

Khusus bagi masyarakat, apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun di lereng tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Exit mobile version