BAGI Anda yang hobi memancing dan ingin tantangan lain, cobalah menangkap ikan toli, nama lokal Gorontalo. Memancing ikan toli cukup dengan umpan ikatan benang.
Perahu katinting dengan kecepatan rendah, berlayar satu sampai dua mil dari bibir pantai di Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Di perairan Gorontalo, Teluk Tomini, kami ditemani nelayan asal Botubarani Salim Latief (33 tahun).
Perahu katinting terus berlayar dengan kecepatan rendah. Perlahan-lahan tali pancing ditarik dan diulur lagi.
Tak lama berselang, ikan toli telah terjerat. Untuk memancing ikan dengan moncong panjang dan bergerigi ini tanpa menggunakan mata kail.
Uniknya, cukup dengan kumpulan benang dalam satu ikatan, ditambah sedikit bahan mengkilat, ikan toli dapat ditangkap. Benang yang digunakan, biasanya untuk menjahit jaring.
Di Gorontalo, untuk memancing tanpa kail ini di pagi dan sore hari. Ikan ini memiliki gigi tajam dalam jumlah banyak sepanjang moncong.
Konstruksi gigi dan moncong ini yang membuat ikan tersebut tak bisa ditangkap dengan menggunakan kail. Adapun kumpulan benang dalam satu ikatan yang ada pada ujung tali nilon, dengan panjang yang sama, dibuat khusus 20 centimeter.
Ketika perahu bergerak dan tali pancing digerak-gerakan, ikan toli mengira itu sejenis ikan teri atau ikan kecil lainnya.
Ikan toli hidup dan biasa mencari makan di permukaan laut. saat melihat ikatan benang yang mirip ikan kecil itu bergerak-gerak, langsung dimangsa.
Haaappp…. Saat terasa ikan toli sudah memangsa umpan tersebut, tali nilon diulur sedikit. Kemudian ditarik perlahan.
Ikan toli meronta-ronta di permukaan laut. Bila ikatan benang sebagai umpan sudah masuk dalam moncong, sulit untuk melepas yang sudah terlilit di mulutnya.
Dalam satu jam, jumlah ikan yang bisa ditangkap lebih dari 5 ekor. Perahu yang digunakan untuk menangkap ikan toli harus terus bergerak perlahan. Ini dimaksudkan agar umpan berada di permukaan dan bergerak seperti ikan kecil.
Ikan toli termasuk jenis ikan permukaan yang sangat gesit. Ikan ini tidak mudah ditangkap dengan menggunakan jaring.
Di Sulawesi Utara, ikan toli disebut dengan nama lokal sako. Umumnya di Indonesia, ikan ini dengan sebutan cendro.
Keunikan lain di Sulawesi Utara, seperti di Bunaken dan Sangihe Talaud, umpan ikan sako menggunakan sarang laba-laba.
Di musim barat, jenis ikan sako ini banyak muncul di perairan sekitar Pulau Bunaken. Ikan ini menyukai tempat yang berarus cukup kuat. Makanya, nelayan akan berada di antara arus yang cukup kuat saat memancing ikan ini.
Nelayan di Bunaken, Selat Bangka dan Sangihe, menangkap ikan ini dengan alat bantu layang-layang. Penangkapan ikan dengan layang-layang tidak merusak karang. Sebab, nelayan jauh dari daerah terumbu karang.
Umpan yang digunakan dibuat dari sarang laba-laba yang berkaki pendek. Kemudian, nelayan akan membuat sarang itu mirip dengan ikan teri.
Ikan sako akan terpedaya dan mengira itu ikan teri yang menjadi mangsanya.
Adapula yang menangkap ikan ini dengan menggunakan umpan ikan sardin, sayatan malalugis dan teri.*
