Teknik Geologi UNG Bahas Potensi Logam Tanah Jarang

Ilustrasi batuan yang mengandung mineral logam. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai salah satu komoditas mineral penting di masa mendatang. Untuk itu, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membahas “Masa Depan Industri Pertambangan Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Potensi Logam Tanah Jarang”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ratna K. Haras lantai 3, FMIPA UNG ini dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNG, Dr. Lilan Dama. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Jurusan Ilmu Teknologi Kebumian, Dr. Aang Panji Permana, dan Koordinator Program Studi Teknik Geologi Noviar Akase, M.Sc.

Lilan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri pertambangan Indonesia, khususnya terkait peluang, tantangan, serta pengembangan potensi depan.

Pemateri dalam pembahasan ini dosen Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Nurcahyo Indro Basuki, Ph.D.

Nurcahyo menjelaskan mengenai perkembangan industri pertambangan Indonesia, pentingnya Logam Tanah Jarang dalam industri modern, peluang pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia, hingga tantangan dalam eksplorasi dan proses hilirisasi.

Materi yang disampaikan mencakup topik seperti rantai pasok global Logam Tanah Jarang, potensi sumber daya Logam Tanah Jarang Indonesia, riset hulu hingga hilirisasi, serta pembangunan ekosistem nasional Logam Tanah Jarang.

Nurcahyo mengatakan bahwa perubahan industri pertambangan global saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti transisi energi, kendaraan listrik, energi terbarukan, digitalisasi, ketahanan rantai pasok, serta meningkatnya kebutuhan terhadap mineral kritis.

Indonesia memiliki berbagai potensi sumber daya Logam Tanah Jarang, baik dari endapan primer, laterit, sekunder, maupun residu industri yang dapat mendukung perkembangan industri di masa depan, kata Nurcahyo yang memiliki bidang keahlian petrologi, mineralogi optik, petrografi, dan endapan mineral.

Selain aktif dalam bidang akademik, Nurcahyo berpengalaman dalam berbagai kajian eksplorasi dan karakterisasi mineral bersama beberapa institusi dan industri pertambangan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Geologi FMIPA UNG berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan dunia pertambangan serta mampu melihat peran ilmu geologi dalam mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.  

Exit mobile version