Darilaut – Siklon Tropis Freddy yang terbentuk di selatan Jawa, Samudra Hindia, telah menempuh jarak ribuan kilometer dan akan mendarat dalam waktu dekat di Madagaskar. Sistem ini diperkirakan memberikan dampak pada gelombang dengan tinggi 13,4 meter.
Selain di Madagaskar, Freddy diperkirakan akan melanjutkan rute ke Mozambik, Afrika Timur dan Zimbabwe.
Freddy saat ini sebagai Siklon Tropis Intens (Intense Tropical Cyclone) yang berkembang sejak 3 Februari 2023, kemudian ke timur laut dan berada di selatan Nusa Tenggara.
Selanjutnya, Freddy mengambil arah ke barat daya atau di utara Port Hedland, Australia Barat. Sistem ini kemudian bergerak secara umum ke barat dan barat-barat daya.
Saat ini Freddy berada di utara barat laut Reunion atau barat-barat laut Mauritius. Pada Selasa (21/2) Freddy diprediksi akan mendarat di Madagaskar.
Rute Freddy dari selatan Nusa tenggara atau utara Port Hedland, Australia, hingga ke Madagaskar diperkirakan telah menempuh jarak kurang lebih 8000 kilometer.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Freddy adalah sistem yang berbahaya. Sistem ini membawa angin yang merusak, hujan deras, gelombang badai, laut yang ganas, yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir bandang.
Selama enam jam terakhir, Freddy terletak 137 km utara-barat laut Port Louis, Mauritius, dan telah bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan 33 km per jam (18 knot).
Sistem ini akan melanjutkan lintasan ke barat-barat daya dengan intensitas secara bertahap berkurang menjadi 195 km per jam (105 knot) saat mendekati pantai timur Madagaskar.
Ketika mendarat dan melintasi daratan Madagaskar, Freddy diperkirakan akan semakin menurun intensitasnya menjadi 140 km per jam (75 knot). Freddy diprediksi akan melintasi medan pegunungan Madagaskar selatan.
Dalam tiga hari, diperkirakan sistem akan berada di lingkungan yang menguntungkan di atas Selat Mozambik, kata JTWC.
Selanjutnya, dalam empat hari, intensitas Freddy akan berkurang setelah mendarat di selatan Beira, Mozambik.
Dalam lima hari ke depan, menurut JTWC, Freddy akan menghilang sebagai sistem 25 knot di dekat perbatasan Zimbabwe-Afrika Selatan.
Siklon tropis Freddy akan memberikan dampak pada tinggi gelombang signifikan maksimum 13,4 meter atau 44 feet.
