Temuan Baru, 16 Spesies Ikan di Sungai Gorontalo Bermigrasi ke Teluk Tomini

Catatan baru pola melanofor spesies ikan goby-fry di Teluk Tomini, Gorontalo. GAMBAR: Femy M. Sahami et al/Fisheries and Aquatic Sciences

Darilaut – Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Fisheries and Aquatic Sciences baru-baru ini menemukan sebanyak 16 spesies ikan di sungai-sungai atau perairan tawar Gorontalo bermigrasi ke Teluk Tomini.

Dari 16 spesies yang disebutkan dalam jurnal dengan judul “Diversity and distribution of goby-fry fish in Tomini Bay, Gorontalo, Indonesia”, terdapat 13 spesies berbeda penyusun ikan nike atau ikan gobi.

“Di antara spesies ikan gobi, 13 berhasil diidentifikasi, termasuk tiga catatan baru,” kata Guru besar Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Femy M. Sahami, Selasa (11/6) kepada Darilaut.id.

Femy adalah penulis pertama di jurnal tersebut. Penulis lainnya Sri Nuryatin Hamzah dan Sitty Ainsyah Habibie dari FKTP-UNG. Kemudian, Philippe Keith dari Museum National d’Histoire Naturelle, Paris, France.

Tiga catatan baru, menurut Femy, masing-masing untuk spesies Eleotris fusca, Sicyopterus microcephalus dan Sicyopus zosterophorus.

Untuk pendalaman riset ini, para peneliti mengumpulkan sebanyak 75.881 benih goby dan 1.687 benih non goby.

Tim peneliti juga mendokumentasikan keberadaan benih spesies ikan non goby, yaitu Anguilla celebesensis, Moringua microchir, dan Microphis leiaspis.

Benih ikan diperoleh di lima sungai, yaitu di muara Bone-Bolango, Paguyaman, Bilungala, Tombulilato, dan Taludaa.

Sampel yang digunakan diperoleh dari hasil tangkapan harian nelayan di lima muara selama periode Februari hingga September 2022.

Sampel tersebut dikategorikan berdasarkan kemiripan morfologi dan pola melanofor spesifiknya, kata Femy.

Ikan nike. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Femy, kelompok berbeda dengan pola melanofor berbeda dari yang dilaporkan sebelumnya diidentifikasi sebagai spesies yang baru direkam, kemudian didokumentasikan melalui foto, dan dideskripsikan berdasarkan morfologinya.

Selanjutnya, dua spesimen dari masing-masing spesies yang baru tercatat menjalani identifikasi molekuler menggunakan gen sitokrom oksidase subunit 1 (COI) untuk amplifikasi DNA dan dianalisis melalui metode Basic Local Alignment Search Tool (BLAST).

Pohon filogenetik dibangun menggunakan Maximum Likelihood Method. Hasil penelitian menunjukkan adanya spesies benih non goby yang ditangkap bersama dengan kawanan benih goby tersebut.

Spesies tersebut, Anguilla celebesensis, Moringua microchir, dan Microphis leiaspis. Dua spesies, Anguilla celebesensis, Moringua microchir  dikenal dengan sebutan ikan sidat atau dengan nama lokal sogili (otili).

Sidat termasuk famili Anguillidae merupakan ikan katadromus. Katadromus yaitu ikan yang hidup di perairan tawar (sungai/ danau), kemudian bermigrasi ke laut di Teluk Tomini untuk melakukan pemijahan.

Setelah itu, ikan sidat ini kembali lagi ke perairan tawar untuk melanjutkan siklus hidupnya.

Kehidupan ikan nike mirip dengan ikan sidat. Keduanya bergantung atau menjalani masa hidup di sungai (juga danau) dan laut.

Perbedaannya, ikan sidat memijah di laut. Telur yang berubah menjadi larva dan juvenil akan menuju sungai atau tempat induk sidat ini berada. Di saat mencapai usia dewasa ikan sidat akan ke laut untuk bertelur.

Ikan nike tetap bertelur di sungai. Telur ini kemudian hanyut dan menetas di laut. Setelah menetas menjadi larva, postlarva dan juvenil. Selanjutnya ikan nike ini akan mengarah ke sungai.

Ikan nike dengan nama Gorontalo lainnya disebut duwo adalah amphidromous.

Amphidromous adalah ikan yang secara teratur bermigrasi antara air tawar dan laut. Migrasi dua arah bukan untuk berkembang biak. Ikan-ikan kecil ini bermunculan setiap akhir bulan dalam penanggalan tahun Hijriah di perairan Gorontalo, Teluk Tomini.

Dengan adanya temuan ini, kata Femy, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman keanekaragaman hayati ikan di Teluk Tomini.

Eksplorasi lebih lanjut terhadap spesies ikan goby di berbagai lokasi di Teluk Tomini, “sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang kelimpahannya dan membantu upaya konservasi,” ujar Femy.

Benih ikan goby dilaporkan membentuk kelompok postlarva dan juvenil dari famili Gobiidae dan Eleotridae, dengan dominasi yang lebih tinggi pada famili Gobiidae.

Beberapa spesies benih non goby: Anguilla celebesensis, Moringua microchir, dan Microphis leiaspis, dilaporkan pertama kali dalam penelitian ini sebagai kelompok bersama dengan ikan goby selama migrasi dari perairan laut Teluk Tomini, Gorontalo menuju muara. (Verrianto Madjowa)

Exit mobile version