Tim Bantuan Medis Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG Gelar Sirkumsisi di Kabupaten Gorontalo

100 anak memperoleh layanan sirkumsisi di Puskesmas Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu (26/7/). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gorontalo bersama Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorntalo (UNG) menggelar sirkumsisi (sunat atau khitanan) massal.

Sedikitnya 100 anak memperoleh layanan sirkumsisi secara gratis melalui penanganan tim medis yang profesional di Puskesmas Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu (26/7/).

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi pendidikan.

tim medis dipimpin oleh dr. Rizky Asri, sebagai dokter penanggung jawab, serta dr. Randi Mokodoto, dr. Bryan Achmad Otoluwa, dan dr. Dean Gusti Daniel Purba, bersama anggota TBM Cutaneus yang berperan aktif dalam seluruh rangkaian pelayanan.

Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran klinis bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG. Mahasiswa yang tergabung dalam TBM Cutaneus terlibat langsung dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari skrining peserta, persiapan tindakan, sterilisasi peralatan, pendampingan selama prosedur sirkumsisi, hingga observasi pascatindakan di bawah supervisi tenaga medis profesional.

Ketua Umum TBM Cutaneus FK UNG, Muh. Syahrul Ramadhan, mengatakan bahwa partisipasi organisasi dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen mahasiswa kedokteran untuk terus berkontribusi dalam bidang kesehatan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Kolaborasi seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, mengasah keterampilan klinis, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai calon tenaga kesehatan, kata Syahrul.

Pelaksanaan bakti sosial berlangsung tertib dengan dukungan penuh dari tenaga kesehatan, mahasiswa, serta berbagai pihak yang terlibat. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui keterlibatan tersebut, kata Syahrul, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan yang sangat berharga dalam mengasah keterampilan klinis, meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim, serta menumbuhkan empati dan jiwa pengabdian sebagai calon dokter.

Sinergi antara IDI Cabang Kabupaten Gorontalo dan TBM Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG diharapkan terus berlanjut sebagai model kolaborasi yang tidak hanya memperluas akses pelayanan kesehatan, tetapi juga mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Exit mobile version