Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Tim Bantuan Medis yang memberikan layaan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Gorontalo Utara. FOTO: FK UNG

Darilaut – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Gorontalo memberikan bantuan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Jumat (29/5).

Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG menurunkan tim medis langsung ke Desa Didingga, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Banjir menyebabkan ratusan rumah warga terdampak serta tertutup lumpur, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan kebutuhan layanan kesehatan meningkat selama masa pemulihan.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, mengatakan keterlibatan Fakultas Kedokteran UNG dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat terdampak banjir tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

”Kami berharap kehadiran tim di lapangan dapat membantu meringankan beban warga selama proses pemulihan berlangsung.”

Selain pelayanan medis, tim juga mengedukasi warga terkait pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan.

Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan air bersih, serta perilaku hidup bersih dan sehat di tengah kondisi pascabencana.

Turut hadir di lokasi sekaligus menjalankan tugasnya sebagai Ketua BSMI Provinsi Gorontalo, yang menjadi bagian dari respons cepat lintas lembaga dalam membantu masyarakat terdampak.

Tim medis juga melibatkan dr. Randi Mokodoto serta mahasiswa yang tergabung dalam TBM Cutaneus.

Tim membuka posko pelayanan kesehatan dan memberikan pemeriksaan medis langsung kepada warga.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan pascabanjir, hingga penyaluran bantuan logistik kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat  banjir bandang di Gorontalo Utara berdampak pada 747 kepala keluarga atau 3.524 jiwa, 724 unit rumah terdampak, tiga unit rumah hanyut serta 20 unit rumah mengalami rusak berat.

Wilayah terdampak meliputi Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto di Kecamatan Biau.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menetapkan status tanggap darurat sejak Selasa (26/5) hingga Rabu (24/6).

Exit mobile version