Darilaut – Dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara dan timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan berdasarkan analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik. Hal ini terlihat dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,67 dan nilai SOI sebesar -14,7.
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara dan timur.
Dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa) sehingga kurang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia.
Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di wilayah Sumatra bagian utara, pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat masih diprediksi aktif dan berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra bagian utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan bagian utara.



