Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Sulawesi, Papua dan Maluku titik panas terbanyak. GAMBAR: BMKG

Darilaut – Titik Panas (hotspot) terbanyak tersebar di Sulawesi dan sekitarnya, serta di Papua dan Maluku pada 31 Oktober 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium) di Sulawesi sebanyak 1394, sedangkan di Papua dan Maluku 1194.

Adapun titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high) berada di Papua dan Maluku sebanyak 49, sedangka di Sulawesi 22.

Sebaran titik panas lainnya dengan kepercayaan sedang pada 31 Oktober 2026 di Kalimantan sebanyak 582, Nusa Tenggara 275, Sumatra 219, dan Jawa 63.

Sebaran titik panas lainnya dengan kepercayaan tinggi di Kalimantan 18, Sumatra 13, Jawa 4 dan Nusa Tenggara 2.

Sebaran titik panas (hotspot) di Indonesia pada 31 Oktober 2026. GAMBAR: BMKG

Deteksi titik panas BMKG dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 30 Oktober 2026 (00.00–23.59 WIB) di Jawa (Jawa Timur) sebanyak 1 titik.

Di Kalimantan terdeteksi sebanyak 101 titik yang tersebar di Kalimantan Selatan (2 titik), Kalimantan Tengah (14 titik), Kalimantan Timur (82 titik), dan Kalimantan Utara (3 titik).

Di wilayah Nusa Tenggara tersebar di NTB (5 titik) dan NTT (4 titik). Sementara itu, di wilayah Papua dan Maluku tercatat sebanyak 24 titik yang seluruhnya berada di Papua Selatan (24 titik).

Selain itu, di wilayah Sulawesi terdapat total 92 titik yang tersebar di Gorontalo (1 titik), Sulawesi Selatan (12 titik), Sulawesi Tengah (52 titik), dan Sulawesi Tenggara (27 titik). Dengan demikian, total nasional menjadi 227 titik.

Untuk deteksi hotspot BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA). Satelit ini memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan.

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya. Observasi ini dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.

Sebagai catatan, menurut BMKG, di daerah yang tertutup awan atau blank zone, hotspot di wilayah tersebut tidak dapat terdeteksi.

Titik api masih terpantau di Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan terutama wilayah tengah hingga timur, serta di beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, serta Papua bagian barat dan selatan, disertai dengan kondisi dinamika atmosfer yang relatif kering dan mendukung penyebaran api di sebagian wilayah tersebut.

BMKG merekomendasikan perlu perhatian khusus di beberapa wilayah, di antaranya adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Exit mobile version