Darilaut – Topan (typhoon) Bualoi yang mendarat Senin (29/9) dini hari di Vietnam meninggalkan jejak kerusakan parah di sejumlah wilayah utara dan tengah. Sedikitnya hingga Senin 11 orang dilaporkan tewas dan 13 lainnya hilang karena topan Bualoi.
Bualoi — Topan Jepang Nomor 20 dan Topan Vietnam Nomor 10 – membawa angin kencang bersuit menumbangkan pohon-pohon dan tiang Listrik. Hujan deras meluapkan sungai dan membanjiri pemukiman dan lahan pertanian, serta gelombang laut yang ganas dan gelombang badai menerpa pesisir.
Berdasarkan aplikasi Zoom.earth, pada Senin malam, Bualoi sudah berada di Laos. Topan ini berangsur melemah saat mendarat di Laos.
Pada Senin pukul 16.00 sore, ”Bualoi terletak sekitar 240 kilometer di utara Vientiane,” kata Observatorium Hong Kong (HKO) dan diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 26 kilometer per jam.
Menurut HKO, Bualoi bergerak ke pedalaman Semenanjung Indochina dan berangsur-angsur menghilang.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan sistem ini meningkat pesat selama 12 jam terakhir, dan menunjukkan adanya gelombang angin kencang yang melebihi 150–165 km/jam (80–90 knot).
Melansir Vietnamnews.vn Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam melaporkan embusan angin maksimum di darat mencapai level 14 di Stasiun Hoanh Son di Provinsi tengah Ha Tinh, yang terkuat yang pernah tercatat sejauh ini.
Vietnamnews.vn melaporkan Topan Bualoi telah merenggut setidaknya 11 nyawa, menyebabkan 13 orang hilang, dan delapan lainnya kehilangan kontak di wilayah utara dan tengah hingga Senin siang, menurut laporan Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Badai dahsyat dan banjir susulan telah melukai 33 orang dan menyebabkan kerusakan luas pada rumah dan bisnis.
Dengan hujan lebat yang diperkirakan akan terus berlanjut, pihak berwenang telah memperingatkan peningkatan risiko banjir bandang dan tanah longsor di Vietnam utara dan tengah, meskipun topan tersebut telah melemah di Laos utara.
Di provinsi Ninh Binh di utara, tornado dahsyat yang dipicu oleh badai tersebut menewaskan sembilan orang, termasuk enam orang di Komune Chat Binh, dan melukai 18 lainnya.
Otoritas setempat melaporkan 11 rumah ambruk, 126 rumah rusak atau tidak beratap, serta kerusakan pada lima sekolah, satu klinik kesehatan, dua paviliun pasar, dan 53 tiang listrik tumbang. Beberapa saluran listrik juga terputus.
