Darilaut – Topan (Typhoon) Haikui diperkirakan akan mendarat untuk kedua kalinya di perbatasan Guangdong dan Fujian, Cina, pada Selasa (5/9).
Haikui saat ini berada di Selat Taiwan, setelah mendarat di pulau itu pada Minggu (3/9) sore. Maskapai penerbangan serta layanan feri dan kereta api terganggu karena topan ini membawa angin kencang dan hujan deras.
Observatorium Hong Kong (HKO) memperkirakan Haikui akan bergerak melintasi Selat Taiwan hari ini.
Haikui diperkirakan akan mendarat di pantai timur Guangdong hingga selatan Fujian, Selasa. Namun, kata Observatorium, jalur Haikui masih belum pasti.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), selama enam jam terakhir, Haikui terletak 272 km barat daya Taipei, Taiwan.
Sistem ini telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot), kata JTWC. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,8 meter (29 feet).
Melansir Focustaiwan.tw beberapa penerbangan, layanan feri, dan jadwal kereta api di Taiwan dibatalkan atau ditunda pada Senin ini karena angin kencang dan hujan lebat yang dibawa oleh Topan Haikui.
Meski Haikui telah berpindah dan diturunkan statusnya menjadi badai tropis pada hari Senin, namun masih mempengaruhi pulau tersebut, menurut Biro Cuaca Pusat (CWB).
Pada Minggu sore dan malam, pepohonan dan tiang listrik tumbang setelah Topan Haikui melewati wilayah Taiwan.
Lebih dari 87 ribu rumah dan tempat usaha di Taiwan tanpa aliran listrik. Upaya pemulihan aliran listrik masih terus dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan.
Lebih dari 6.800 orang telah dievakuasi ke tempat yang aman dari daerah pegunungan dan daerah berisiko tinggi lainnya di seluruh negeri.
Melansir Xinhua, Observatorium Nasional Cina pada Senin pagi telah mengeluarkan peringatan kuning untuk Topan Haikui, peringatan paling parah ketiga dalam sistem peringatan.
Haikui diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan lebat di bagian selatan dan timur negara itu.
Badai tersebut diperkirakan akan mendarat di wilayah pesisir yang membentang dari Kabupaten Zhangpu di Provinsi Fujian Tiongkok timur hingga Kabupaten Huilai di Provinsi Guangdong, Cina selatan pada Selasa pagi.
