Darilaut – Meski pun telah bergerak menuju ke utara di Laut Cina Timur, topan Hinnamnor masih memberikan dampak langsung di Taiwan hingga Minggu (4/9).
Biro Cuaca Pusat (CWB) memperingatkan bahwa hujan lebat di utara negara itu akan berlangsung hingga Minggu sore.
Mengutip Taiwannews.com.tw, topan pertama yang mendekati Taiwan pada tahun 2022 telah tiba di lokasi 360 kilometer timur-tenggara Kota Taipei pada Sabtu pukul 16.00. Sistem ini bergerak ke utara dengan kecepatan 16 kilometer per jam, tetapi diperkirakan akan menghantam Taiwan timur laut lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Diperkirakan mata topan berada 350 km timur laut Taipei pada hari Minggu pukul 14:00.
Taiwannews.com.tw melaporkan topan Hinnamnor Sabtu membawa hujan lebat dan angin kencang di Kota New Taipei, Kabupaten Yilan dan Keelung setelah Biro Cuaca Pusat mengeluarkan peringatan.
Peringatan hujan lebat atau sangat deras dikeluarkan untuk Kota New Taipei, Kabupaten Taoyuan, Hsinchu dan Miaoli, serta daerah pegunungan di Taipei dan Yilan. Hujan lebat juga diperkirakan terjadi di Taichung.
Hembusan angin dengan kecepatan 75kph hingga 118kph terjadi di daerah pesisir dan terbuka di Taiwan barat, timur laut dan timur, Pulau Green dan Pulau Orchid, Kabupaten Pingtung (Lanyu) serta kabupaten Penghu dan Lienchiang, Sabtu sore.
Hinnamnor menyebabkan pembatalan delapan penerbangan dan 106 layanan feri, tetapi itu tidak mempengaruhi layanan kereta api, kata pihak berwenang setempat.
Mengutip Focustaiwan.tw, topan Hinnamnor pada Sabtu menyebabkan pembatalan penerbangan dan layanan feri di seluruh Taiwan.
Menurut Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) hingga pukul 18.00, total 39 penerbangan telah dibatalkan, termasuk 10 penerbangan domestik dan 29 penerbangan internasional dan lintas selat.
Total 12 rute telah terpengaruh, dengan 104 layanan pelayaran kapal ferry dibatalkan, sebagian besar menghubungkan Taiwan dengan pulau-pulau terpencil seperti Matsu dan Penghu atau antara pulau-pulau terpencil, kata Biro Maritim dan Pelabuhan MOTC.
Selain itu, 11 layanan ferry antara Budai, Kabupaten Chiayi di Taiwan selatan, dan Penghu, 44 layanan kapal penumpang antara Donggang dan Pulau Liuqiu di lepas Kabupaten Pingtung di selatan, dan dua layanan ferry dari Jiang Jyun di Tainan dan Pulau Dongji Penghu juga dibatalkan.
Karena dampak topan yang berkepanjangan, total 40 layanan ferry di 10 rute dapat dibatalkan pada hari Minggu, termasuk dua layanan antara Keelung dan Matsu, satu antara Taipei dan Matsu, satu antara Nangan dan Dongyin, satu antara Kaohsiung dan Penghu, dua di antara Pulau Donggang dan Liuqiu, dan 14 di antara Fugang dan Pulau Anggrek.
Topan Hinnamnor pada Minggu (4/9) pagi telah keluar dari area tanggung jawab Filipina. Hinnamnor dengan nama Filipina “Henry” terus bergerak ke utara di Laut Cina Timur.
PAGASA Filipina dalam buletin yang dikeluarkan Minggu pukul 05.00 waktu setempat menjelaskan topan Henry akan terus bergerak secara umum ke utara atau barat laut di atas Laut Cina Timur.
Menurut PAGASA lokasi mata (pusat) topan Henry diperkirakan berdasarkan semua data yang tersedia berada 590 km timur laut Itbayat, Batanes, koordinat 25,4 °LU, 124,7 °E.
Sistem ini bergerak ke utara barat laut dengan kecepatan 15 km per jam.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat, Hinnamnor dengan kekuatan angin topan yang kuat, berada pada posisi posisi 25.9N – 124.7E.
Arah perjalanan ke utara dengan kecepatan 15km per jam (8 knot). “Tekanan udara pusat 950 hPa,” tulis Badan Meteorologi Jepang.
Sementara area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di timur laut 240 km (130 NM) dan barat daya 165km (90 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih pada area 650 km (350 NM).
Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan Hinnamnor terletak 356 km barat-barat daya Pangkalan Udara Kadena. Dalam enam jam terakhir, sistem ini telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 13 km per jam (7 knot).
“Setelah melintasi Ryukyus selatan, Hinnamnor akan memulai fase intensifikasi ulang saat bergerak ke perairan dangkal dan hangat di Laut Cina Timur,” tulis JTWC.
Sumber: Taiwannews.com.tw, focustaiwan.tw, PAGASA Filipina, Badan Meteorologi Jepang/JMA, Administrasi Meteorologi China/CMA, dan Zoom.earth/JTWC
