Darilaut – Topan (typhoon) Kong-rey yang menghantam Taiwan pada Kamis (31/10) siang menyebabkan seorang warga negara asing tewas di Kabupaten Nantou, sementara keberadaan dua turis Ceko yang hilang di Ngarai Taroko telah dikonfirmasi.
Melansir Focustaiwan.tw, Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Nantou, mengatakan, sebuah truk kecil tertimpa pohon tumbang dekat dengan Kotapraja Ren’ai Nantou.
Lokasi kecelakaan sebelumnya melaporkan angin kencang 17 pada skala Beaufort, yang digunakan Administrasi Cuaca Pusat Taiwan untuk mengukur kekuatan angin.
Setelah pohon tertimpa di atap truk, seorang pengemudi pria berusia 76 tahun, bermarga Lin, kakinya terjepit oleh setir.
Seorang wanita warga negara asing berusia 56 tahun di kursi penumpang menderita serangan jantung dan mengalami luka-luka, kata pihak berwenang. Upaya untuk menyadarkannya di Rumah Sakit Umum Veteran Taichung Cabang Puli tidak berhasil.
Wanita itu dinyatakan meninggal pada Kamis sore dan para pejabat belum mengungkapkan status imigrasi atau kewarganegaraannya.
Selain itu, Kantor Manajemen Taman Nasional Taroko di Kabupaten Hualien mengatakan mereka melakukan kontak dengan dua turis Ceko yang dilaporkan hilang Kamis pagi.
Keduanya adalah pasangan suami istri yang memasuki taman dari Paviliun Yue Wang pada hari Minggu dengan maksud untuk mendaki.
Meskipun 13 kelompok pendakian lainnya menangguhkan perjalanan mereka, kantor awalnya tidak dapat mengkonfirmasi lokasi pasangan Ceko karena perangkat seluler mereka dimatikan.
Kepala Kantor Manajemen Taman Nasional Taroko, Liu Shou-li, mengatakan, kontak dengan warga negara Ceko akhirnya dilakukan pada kamis pukul 1.45 siang. Mereka telah kembali ke Paviliun Yue Wang dan mendirikan tenda untuk berkemah.
Sebelum komunikasi terputus lagi karena cuaca, pasangan itu mengindikasikan bahwa mereka aman dan memiliki jatah yang cukup untuk mengatasi badai, kata Liu.
Biro Pemadam Kebakaran Kabupaten Hualien telah diberitahu tentang lokasi turis Ceko.
Menurut Pusat Operasi Darurat Pusat (CEOC) Taiwan, topan itu telah merenggut satu nyawa dan melukai 73 orang di seluruh negeri pada Kamis pukul 2 siang.
Sebanyak 9.658 orang telah dievakuasi dan 91 tempat penampungan darurat didirikan di 12 kotamadya, kata CEOC, saat ini 1.822 orang masih berlindung.
Topan Kong-rey Mendarat di Taitung, pantai timur Taiwan, pada Kamis (31/10) siang, pukul 13.40 waktu setempat.
Focustaiwan.tw melaporkan mata topan Kong-rey mendarat di Kotapraja Chenggong. Menurut Administrasi Cuaca Pusat (CWA), topan Kong-rey tercatat yang pertama dalam sejarah Taiwan mendarat setelah pertengahan Oktober – bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 21 kilometer per jam ketika menghantam daratan
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Kamis malam topan Kong-rey bergerak ke utara barat laut dengan kecepana 30 km per jam (15 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 970 hPa (hektopaskal).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 165 km (90 NM), sedangkan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di barat-laut 440 km (240 NM) dan tenggara 390 km (210 NM).
Observatorium Hong Kong mengatakan topan Kong-rey pada Kamis pukul 16.00 sore berpusat sekitar 100 kilometer timur laut Gaoxiong (Kaohsiung).
Kong-rey diperkirakan akan bergerak ke barat laut atau utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam melintasi Taiwan dan akan melemah secara bertahap.
Setelah berada di atas Selat Taiwan, Kong-rey diperkirakan akan berbelok ke utara, mendekati sekitar Fujian ke Zhejiang. Kemudian akan berubah menjadi siklon ekstratropis di atas Laut Cina Timur.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), selama 6 jam terakhir Kong-rey telah melacak ke barat laut dengan kecepatan 24 km per jam (13 knot).
JTWC memperkirakan saat berada di darat sistem mungkin menunjukkan gerakan lintasan yang tidak menentu.
