Darilaut – Topan (typhoon) Noul telah mendarat di dekat Pinghai, wilayah di pesisir Provinsi Guangdong, pada Minggu (26/7) pagi.
Berdasarkan aplikasi satelit Himawari dan aplikasi Zoom.earth, saat mendarat, topan dahsyat Noul berada sekira 55 km barat daya Shanwei dan 80 km timur laut Hong Kong.
Setelah mendarat di pantai Guangdong, Noul terus bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam dengan membawa angin kencang dan hujan lebat.
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan pada Minggu pukul 03.00 pagi, topan Noul berpusat sekira 90 kilometer timur laut Hong Kong. Selanjutnya, pukul 04.00 pagi, Noul berpusat 80 kilometer timur laut Hong Kong.
Sistem ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam.
Dalam buletin Peringatan Siklon Tropis terbaru yang dikeluarkan HKO, menyebutkan secara lokal angin kencang melanda banyak tempat dengan angin kencang sesekali di lepas pantai dan di dataran tinggi. Hujan deras disertai angin kencang yang terkait dengan Noul melanda Hong Kong.
Dalam satu jam terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat di Tate’s Cairn, Cheung Chau, dan Pulau Waglan adalah 97, 93, dan 86 kilometer per jam dengan embusan maksimum melebihi 130, 131, dan 106 kilometer per jam secara berturut-turut.
Menurut HKO bagian barat dinding mata Topan Noul juga memengaruhi sekitar Semenanjung Mirs, dan membawa angin kencang setara badai ke wilayah tersebut.
Noul bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 10,1 meter (33 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Setelah mencapai daratan, sistem akan terus bergerak ke utara. Sistem kemudian akan melemah dengan cepat karena interaksi medan dan menghilang dalam waktu 2 hari di wilayah selatan-tengah Tiongkok.
Melansir Xinhua, lebih dari 340.000 orang telah dievakuasi di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, hingga Sabtu pukul 16.00 waktu setempat.
Markas Besar Pengendalian Banjir dan Penanggulangan Kekeringan Negara Tiongkok meningkatkan respons darurat untuk pengendalian banjir dan topan di Guangdong ke Level III pada hari Sabtu.
