Topan Noul Mendekati Hong Kong

Topan (typhoon) Noul, berada di dekat Hong Kong, Laut Cina Selatan, pada Sabtu (25/7) sore. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut –  Badai tropis parah (severe tropical storm) Noul telah menguat menjadi topan (typhoon) pada Sabtu (25/7).

Sabtu sore topan Noul dengan jarak 218 km di timur tenggara Hong Kong. Sistem ini diperkirakan akan mendarat di sekitar Huizhou hingga Shanwei, Minggu (26/7) pagi.

Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan Siklon Tropis Noul akan bergerak melintasi Guangdong besok.

Kondisi cuaca akan berangin dengan hujan deras disertai badai petir dan laut akan bergelombang.

Sementara di Hong Kong hujan diperkirakan akan lebih deras beberapa jam ke depan. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca dan hembusan angin kencang, kata HKO.

Dalam bulletin informasi HKO yang dikeluarkan pukul 15.45 waktu setempat, angin dengan kecepatan rata-rata 41 hingga 62 kilometer per jam diperkirakan akan terjadi.

Pada pukul 16.00, Topan Noul diperkirakan berada sekitar 250 kilometer timur-tenggara Hong Kong dan diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam melintasi bagian timur laut, Laut Cina Selatan, menuju pantai timur Guangdong.

HKO memperkirakan Noul akan mendarat di sekitar Huizhou hingga Shanwei besok pagi, melewati sekitar 100 kilometer timur laut Hong Kong.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) memperingatkan ini adalah sistem yang berbahaya. Potensi bahayanya meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, serta dampak ikutan seperti tanah longsor dan banjir bandang.

Noul telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 28 km per jam (15 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,1 meter (30 kaki), kata JTWC.

Noul terus bergerak ke arah barat laut menuju garis pantai di tenggara Tiongkok.

JTWC memperkirakan Noul akan mencapai daratan tepat di sebelah timur Hong Kong dalam 12 jam ke depan.

Setelah itu, sistem akan melambat karena meningkatnya gesekan permukaan dan interaksi medan.

Sistem diperkirakan akan mencapai intensitas puncaknya sebesar 155 km per jam (85 knot) bersamaan dengan pendaratan. Setelah berada di daratan, sistem akan melemah dengan cepat.

Exit mobile version