Darilaut – Kerusakan meluas saat topan (typhoon) Shanshan yang membawa angin kencang dan hujan lebat melintasi dan mendarat di sejumlah wilayah di Jepang. Hingga Kamis (29/8) malam, topan ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 94 orang lainnya terluka.
Melansir Japantimes.co.jp, tiga orang tewas setelah tanah longsor menjebak lima anggota keluarga di Gamagori, Prefektur Aichi, ketika hujan yang dibawa dari topan menghantam wilayah Tokai.
Pada hari Kamis, seorang pria berusia 80-an tewas ketika rumahnya di lantai dua runtuh di kota Kamiita, Prefektur Tokushima
Pada Kamis malam, setidaknya 94 orang di 10 prefektur – terutama di Kyushu selatan – terluka, dan satu orang hilang karena badai. Seorang pria berusia 60-an hilang di Teluk Kagoshima pada Rabu malam ketika dia jatuh ke laut dari perahu kecil yang dia tumpangi.
Pada Kamis malam lebih dari 150.000 rumah tangga di Kyushu mengalami pemadaman listrik, menurut Kyushu Electric, termasuk sekitar 134.000 di Kagoshima.
Perdana Menteri Fumio Kishida bertemu dengan para menteri di bidang terkait pada hari Kamis, mendesak para pejabat untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk menanggapi topan dengan rasa urgensi, terutama mengingat bahwa efek badai kemungkinan besar akan berkepanjangan.
Pemerintah membentuk tim pencegahan bencana khusus untuk Topan Shanshan pada hari Rabu.
NHK melaporkan Badai Tropis Shanshan membawa hujan lebat di sejumlah wilayah di Jepang, termasuk wilayah Tokyo. Pejabat cuaca mendesak orang-orang untuk tetap waspada terhadap angin kencang, tanah longsor, banjir dan sungai yang meluap serta gelombang badai dan gelombang tinggi hingga Sabtu.
Pejabat Badan Meteorologi Jepang memperkirakan bahwa Shanshan terletak di atas prefektur barat daya Oita pada Jumat (30/8) pukul 04.00 waktu setempat.
Para pejabat memperingatkan bahwa orang-orang di daerah yang dilanda hujan lebat tidak boleh mencoba pindah ke pusat evakuasi pada malam hari.
Mereka harus berlindung di dalam bangunan yang kokoh atau pindah ke lantai yang lebih tinggi di rumah mereka dan tinggal di kamar yang menghadap jauh dari lereng gunung.
Transportasi Umum
Shanshan telah mempengaruhi transportasi umum seperti penerbangan saat mendekat dan mendarat di beberapa wilayah di Jepang.
Lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan dan ditangguhkan sejak Rabu (28/8) hingga Jumat (30/8). Kondisi ini juga berdampak pada ratusan ribu rumah yang tanpa aliran listrik.
NHK melaporkan topan Shanshan diperkirakan masih dapat mempengaruhi layanan kereta api berkecepatan tinggi Shinkansen hingga Senin (1/9) pekan depan.
Operator Kyushu Shinkansen dan Nishi Kyushu Shinkansen menangguhkan semua layanan kereta cepat hingga Jumat.
Begitu pula dengan operator Sanyo Shinkansen mengatakan semua layanan antara stasiun Hiroshima dan Hakata akan ditangguhkan sepanjang hari Jumat. Hal ini akan mengurangi jumlah kereta antara stasiun Shin-Osaka dan Hiroshima.
Melansir NHK, Japan Airlines mengatakan 271 penerbangan dibatalkan pada hari Kamis, yang mempengaruhi 14.700 penumpang. Maskapai telah membatalkan 280 penerbangan domestik yang dijadwalkan pada hari Jumat.
All Nippon Airways telah menangguhkan 223 penerbangan, yang berdampak pada 20.400 penumpang. Mereka telah membatalkan 346 penerbangan domestik pada hari Jumat dan 33 pada hari Sabtu.
Sebagian besar layanan yang terkena dampak mencakup wilayah Kyushu, Chugoku, dan Shikoku di Jepang barat.
Maskapai lain, seperti Jetstar Japan, Skymark Airlines dan Solaseed Air, membatalkan beberapa penerbangan yang dijadwalkan pada hari Kamis.
