Topan Super Khanun, Orang yang Tinggal di Okinawa Bersiap Menghadapi Angin Kencang

Topan (Typhoon) Khanun mendekati selatan Okinawa, Jepang. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Pejabat cuaca di Jepang memperingatkan hujan dapat memicu tanah longsor, meluapnya sungai, dan banjir di kawasan dataran rendah.

Warga juga harus siap menghadapi angin kencang, serta gelombang besar dan gelombang badai di sepanjang pantai.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) telah meningkatkan Khanun menjadi angin topan yang sangat kuat. Informasi JMA ini dikeluarkan pada Selasa (1/8) pukul 02.45 waktu setempat.

Sistem ini dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot) mengarah ke barat laut.

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih pada area 150 km (80 NM) dan area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di area 600 km (325 NM).

Prediksi JMA pada Selasa pukul 12.00, Khanun masih dengan kekuatan angin topan yang sangat kuat. Kondisi cuaca seperti itu, diperkirakan akan bertahan hingga Kamis (3/8).

Nippon Hoso Kyokai (NHK) melaporkan pejabat cuaca di Jepang memperingatkan penduduk Okinawa dan wilayah Amami di barat daya negara itu untuk bersiap menghadapi topan Khanun yang mendekat.

Pejabat mengatakan Topan Khanun akan membawa angin kencang, laut yang ganas, dan gelombang badai ke wilayah tersebut hingga Rabu.

Pejabat cuaca mengatakan angin di seluruh wilayah bisa cukup kuat untuk membalikkan truk yang sedang bergerak.

Mereka mendesak orang-orang untuk memeriksa peta bahaya lokal mereka dan berlindung di gedung-gedung kokoh sebelum angin dan hujan semakin kuat.

Mereka juga mengatakan warga harus menghindari pergi ke luar kecuali benar-benar mendesak, dan memeriksa pembaruan dari otoritas lokal dan petugas cuaca.

Intensitas Topan Khanun di Samudra Pasifik Utara bagian Barat telah menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon) pada Senin (31/1) malam.

Menurut Observatorium Hong Kong Topan Khanun semakin intensif menjadi topan super Senin pukul 23.00.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 14,6 meter (48 feet), kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Menurut JTWC, Topan Khanun dengan nama lokal Filipina “Falcon” terletak 478 km tenggara Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.

Khanun akan bergerak ke barat-barat laut selama 3 hari ke depan melewati selatan Okinawa dengan intensitas puncak 220 km per jam (120 knot).

Pelemahan bertahap akan terjadi saat sistem melewati Okinawa. Pelemahan yang lebih jelas saat melambat dan terhenti di barat laut Okinawa dan adanya air yang lebih dingin naik.

Hasil analisis menunjukkan upwelling yang signifikan terjadi dengan suhu permukaan laut mendingin hingga 21-22°C di dekat pusat, yang seharusnya menghasilkan tren pelemahan yang cukup tajam.

Karena ukuran sistem yang besar dan kedekatannya dengan Okinawa setelah titik terdekat, masih ada kemungkinan besar angin kencang atau lebih tinggi jika sistem bergeser lebih dekat dalam lingkungan kemudi yang lemah.

Sumber: Japan Meteorological Agency/JMA, Nippon Hoso Kyokai (NHK), Hong Kong Observatory, dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version