Darilaut – Otoritas bandara menghentikan sementara aktivitas penerbangan saat topan Talim yang telah melemah menjadi Badai Tropis Parah (Severe tropical storm) mendekati Vietnam, Selasa (18/7).
Talim masih memberikan pengaruh langsung berupa hujan deras dan badai petir di pantai Provinsi Guangdong, Provinsi Guangxi, Vietnam dan wilayah yang berada di sekitar Teluk Tonkin, Selasa (18/7).
Melansir Vnexpress.net, Bandara Noi Bai, Van Don dan Cat Bi di Vietnam akan ditutup Selasa karena Talim mendekati Vietnam.
Bandara Noi Bai Hanoi di ibu kota akan menghentikan semua kedatangan dan keberangkatan pada Selasa dari pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.
Sementara Bandara Cat Bi di kota pelabuhan Hai Phong Provinsi Quang Ninh akan menghentikan semua penerbangan dari pukul 09.00 pagi hingga 19.00.
Bandara Van Don di Quang Ninh juga akan ditutup selama periode waktu yang sama.
Wilayah pesisir Quang Ninh dan Hai Phong kemungkinan besar akan terkena dampak langsung dari badai tersebut, sedangkan wilayah pedalaman Hanoi akan terkena dampak yang lebih kecil.
Maskapai nasional Vietnam Airlines telah membatalkan lima penerbangan antara Kota Ho Chi Minh dan Hai Phong, ditambah dua penerbangan antara Da Nang dan Hai Phong.
Selain itu, penerbangan lain dijadwal ulang setelah Selasa pukul 20.00 atau Rabu (19/7).
Daerah pesisir utara dari Quang Ninh hingga Ninh Binh telah merencanakan untuk mengevakuasi sekitar 30.000 orang akibat Talim.
Provinsi Thai Binh mengevakuasi paling banyak dengan lebih dari 19.000 orang dari daerah berbahaya.
Mengutip Vnexpress.net, Komando Penjaga Perbatasan, pada Senin (17/7) pagi telah mengumumkan bagi kapal untuk tidak beroperasi.
Ribuan kapal dan lebih dari 226.000 orang telah diberitahu tentang pergerakan dan arah badai. Sekarang, tidak ada kapal yang dilaporkan beroperasi di daerah berbahaya.
Provinsi Quang Ninh, Thai Binh, dan Nam Dinh telah melarang kapal beroperasi di laut sejak Senin siang, sementara Hai Phong akan memulai larangan Senin malam.
Melansir Xinhua, topan Talim mendarat di wilayah pesisir Provinsi Guangdong, Cina selatan pada Senin malam, kata Pusat Meteorologi Nasional (NMC).
Hampir 230.000 orang di Guangdong telah dievakuasi ke tempat aman pada Senin pukul 17.00. Otoritas setempat telah memerintahkan penutupan 68 tujuan wisata pantai, memanggil kembali 2.702 kapal penangkap ikan dan memerintahkan 8.262 pekerja budidaya ikan untuk dievakuasi ke darat.
Topan (typhoon) Talim melemah menjadi Badai Tropis Parah, Selasa (18/7) pagi, setelah mendarat di dekat Zhanjiang, Provinsi Guangdong, Senin (17/7) malam.
Talim terus bergerak barat-barat laut, melintasi pesisir Teluk Tonkin (Beibu Wan) kemudian mendarat lagi di dekat Tieshangang.
Selasa pagi, Talim sudah berada di dekat Kota Qinzhou, Provinsi Guangxi, yang berada di Teluk Tonkin, berbatasan dengan Vietnam.
Meski demikian, Talim masih memberikan dampak seperti hujan deras dan badai petir di pantai Guangdong hari ini.
Masih akan terjadi hujan di pantai Guangdong hingga pertengahan pekan ini. Angin lokal akan tetap kuat di lepas pantai dan di dataran tinggi.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), mengatakan, selama enam jam terakhir, Talim terletak 376 km sebelah timur Hanoi, Vietnam, dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 24 km per jam (13 knot).
Sumber: Vnexpress.net, Xinhua (English.news.cn), Hong Kong Observatory, dan Zoom.earth/JTWC
