Topan Yagi Menyebabkan 120 Orang Tewas di Myanmar

Korban banjir di Naypyitaw, Myanmar, beristirahat di atas rakit bambu Sabtu, 14 September 2024. FOTO: AP/AUNG SHINE OO

Darilaut – Setelah melintasi Vietnam Utara yang menyebabkan ratusan orang meninggal, topan (typhoon) Yagi memberikan dampak di Myanmar, Thailand dan Laos.

NHK menggutip media dari Myanmar melaporkan lebih dari 120 orang tewas dalam banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh sisa-sisa topan Yagi.

Meski telah melemah, Yagi membawa curah hujan lebat yang mengakibatkan banjir di ibu kota, Naypyitaw, dan negara bagian tenggara Karen, serta wilayah barat laut dan tengah.

Banyak orang yang mengungsi, dan rumah-rumah terendam banjir setelah sungai meluap. Banjir dan tanah longsor juga telah meruntuhkan jembatan dan merusak jalan.

Pemerintah Myanmar melaporkan 236.649 orang mengungsi karena banjir topan. Ada 33 kematian dan satu terluka.

Sementara itu di Thailand utara, sedikitnya 10 orang tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang disebabkan oleh badai tersebut. Tim penyelamat berupaya keras mengevakuasi penduduk yang terjebak.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengunjungi daerah yang terkena dampak parah di dekat perbatasan Thailand-Myanmar pada Jumat (13/9) untuk meninjau kerusakan.

Melansir Associated Press (AP) jumlah korban tewas di Myanmar akibat banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh Topan Yagi telah mencapai setidaknya 74 orang, dengan 89 orang hilang, kata televisi pemerintah Myanmar pada hari Sabtu.

Kesulitan dalam mengumpulkan informasi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban mungkin lebih tinggi.

Jumlah kematian resmi baru yang diumumkan oleh pemerintah militer negara itu lebih dari dua kali lipat dari 33 yang dilaporkan pada hari Jumat. Topan Yagi sebelumnya menghantam Vietnam, Thailand utara dan Laos.

Mengutip Reliefweb.int, di Laos, banjir mempengaruhi 35.800 orang di provinsi Luang Namtha. Layanan kesehatan terganggu, beroperasi pada kapasitas 30% karena kerugian. Orang-orang kekurangan air bersih dan layanan kesehatan penuh.

Kebutuhan mendesak termasuk beras, makanan, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan kesehatan dan kebersihan.

Exit mobile version