Tragis, Paus Bungkuk Mati Ditabrak Kapal

Halfpipe, paus bungkuk berusia dua tahun, pada 2019. Halfpipe ditemukan mati di pantai pada 9 Juli dengan luka di tubuhnya terkena baling-baling kapal. FOTO: KAITLIN PAQUETTE/Discovery Marine Safaris

Darilaut – Seekor paus bungkuk (humpback whale) ditemukan mati di dekat Swiftsure Bank, Kanada. Kematian paus bungkuk ini sangat tragis karena mengalami luka akibat terkena baling-baling kapal.

Kematian paus bungkuk yang ditabrak kapal menjadi peringatan bagi pelaut agar mengurangi kecapatan di kawasan yang menjadi tempat cetacea mencari makan.

Melansir Timescolonist.com, Rabu (14/7), bangkai paus bungkuk yang berusia dua tahun itu dikenal sebagai Halfpipe. Paus bungkuk ini ditemukan di dekat Swiftsure Bank pada hari Jumat (9/7) dengan luka di sekujur tubuhnya karena terkena baling-baling kapal besar.

Setelah ditemukan mati, tim Fisheries and Oceans Canada melakukan nekropsi di hari berikutnya.

Peneliti paus bungkuk dari Marine Education and Research Society yang berbasis di Port McNeill, Jackie Hildering, mengatakan, meskipun ini adalah kisah yang menyedihkan, kami senang telah menemukannya karena paus yang mati biasanya tidak meninggalkan cerita.

“Paus mati biasanya tidak terdampar di pantai – mereka biasanya tenggelam ke dasar laut dan hilang dari ilmu pengetahuan,” kata Hildering seperti dikutip dari Timescolonist.com.

Hildering mengatakan meskipun kematian Halfpipe sangat tragis, hal itu bisa menjadi peringatan bagi para pelaut untuk mempelajari perilaku paus dan mengambil tindakan pencegahan ekstra saat berada di sekitar mamalia laut.

Menurut Hildering, kebanyakan orang memikirkan orca di sekitar wilayah ini. Orca bepergian dengan polong, sedangkan paus bungkuk sendirian. Orca menyelam hingga 8 menit, sementara paus bungkuk dapat bertahan di bawah air hingga 20 menit.

Hildering mengatakan orang sering menganggap cetacea berukuran besar seperti paus bungkuk mengetahui arah kapal dan akan menyingkir. Tetapi paus balin “jauh” lebih memungkinkan untuk terkena tabrakan kapal dibandingkan dengan orca.

Orca menggunakan biosonar (atau ekolokasi) untuk menemukan objek di dekat mereka. Selain tabrakan, paus bungkuk juga berisiko terjerat alat tangkap.

Paus bungkuk adalah salah satu anggota keluarga paus balin. Seekor paus bungkuk betina dewasa dapat mencapai ukuran antara 12 dan 17 meter. Beratnya mencapai 45 ton, seukuran dengan bus sekolah.

Nama umum paus bungkuk berasal dari lekukan punggung saat menyelam. Nama latin Megaptera novaeangliae, mengacu pada sirip depan yang besar.

Di Kanada, paus bungkuk terdaftar sebagai spesies yang menjadi perhatian khusus. Populasinya mendekati kepunahan dan undang-undang perlindungan spesies ini diberlakukan pada tahun 1967.

Penelitian yang dilakukan antara 2004 hingga 2006 menunjukkan populasi musiman sekitar 2.100 di perairan British Columbia, meningkat sekitar empat persen per tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, humpback lebih mungkin terlihat di perairan pesisir 1 Juni hingga 31 Oktober. Kebanyakan paus bungkuk memakan krill dan ikan kecil.

Setiap tahun, paus bungkuk bermigrasi ke perairan tropis atau subtropis, antara Hawaii, Meksiko, atau Amerika Selatan, untuk berkembang biak dan melahirkan.

Kelompok yang bermigrasi ke Meksiko tercatat sebagai populasi yang terancam dan berbeda dengan di Amerika Serikat.

Adapun Swiftsure Bank, berada di dekat tempat ditemukannya tubuh Halfpipe. Perairan ini kaya nutrisi dan tempat paus mencari makan yang dikenal sebagai “Smorgasbord of the Pacific.”

Ini adalah habitat yang diakui untuk paus pembunuh residen selatan yang terancam punah dan paus pembunuh residen utara.

Perairan tersebut juga sering dilintasi kapal kargo besar dan kapal tanker.

Para pelaut, kata Hildering, perlu memahami bahwa perlu mengubah arah atau setidaknya memperlambat saat transit di tempat tersebut. Paus tidak akan selalu menyingkir, dengan konsekuensi yang tragis seperti itu.

Sumber: Timescolonist.com

Exit mobile version