Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat langkah strategisnya dalam membangun citra institusi sekaligus memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Tata Kelola Kerja Sama dan Kehumasan yang digelar pada Kamis (11/12), sebagai bagian dari komitmen UNG dalam meningkatkan daya saing dan profesionalisme pengelolaan institusi.
Workshop ini menjadi forum penting bagi para pengelola kerja sama dan kehumasan di lingkungan UNG untuk memperdalam pemahaman, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas-tugas strategis. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah proaktif kampus dalam membekali sumber daya manusia agar mampu mengelola fungsi kerja sama dan kehumasan secara lebih terarah, sistematis, dan berorientasi pada hasil.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kerja Sama dan Humas UNG, Noval Sufriyanto Talani, menjelaskan bahwa workshop ini secara khusus menitikberatkan pada dua pilar utama yang saling berkaitan. Pilar pertama adalah tata kelola kerja sama atau kemitraan, yang diarahkan untuk memastikan setiap bentuk kerja sama yang dijalin UNG memiliki dasar hukum yang kuat, tertata dengan baik, serta mampu memberikan output yang terukur bagi pengembangan institusi.
“Kerja sama tidak boleh hanya berhenti pada penandatanganan dokumen. Harus ada perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang terpantau, serta evaluasi yang berkelanjutan agar kemitraan benar-benar memberikan dampak positif bagi UNG,” ujar Noval.
Lebih lanjut, Noval mengatakan kehumasan yang memiliki peran strategis dalam membangun dan memperkuat citra universitas di mata publik. Melalui workshop ini, para pengelola diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengomunikasikan prestasi, inovasi, serta visi dan misi UNG secara efektif, kreatif, dan menarik, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., dalam arahannya menegaskan bahwa kerja sama dan kehumasan merupakan ujung tombak bagi institusi pendidikan tinggi modern. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu membangun jejaring yang kuat serta citra positif di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Kerja sama harus menjadi mesin penggerak kemajuan, bukan sekadar formalitas administratif. Demikian pula kehumasan, ini adalah jendela UNG ke dunia. Para pengelola harus mampu menjadi narator yang baik dalam mempromosikan keunggulan, potensi, dan peluang yang dimiliki UNG.”
Melalui pelaksanaan workshop ini, Harto berharap seluruh unit kerja di lingkungan UNG memiliki pemahaman yang seragam serta strategi yang terintegrasi dalam mengelola kerja sama dan kehumasan. Dengan sinergi yang kuat antarunit, UNG optimistis dapat memperkuat branding institusi, memperluas jaringan kemitraan, serta mewujudkan visi menjadi universitas berkelas internasional yang berdaya saing tinggi.
