UNG Dirikan Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM, Dukung Program Prioritas Presiden

FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi nasional dengan mendirikan Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Unit baru di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini resmi dipimpin oleh Prof. Dr. Lukman A.R. Laliyo, S.Pd., M.Pd., M.M., dan menjadi langkah strategis UNG dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang sains dan teknologi.

Pelantikan Kepala Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM dilakukan bersamaan dengan pelantikan 61 pejabat baru di lingkungan kampus. Prosesi tersebut digelar di Aula Prof. Kadir Abdussamad pada Selasa, (28/10), mencakup jabatan strategis seperti Sekretaris Program Vokasi, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, Ketua dan Sekretaris Penjaminan Mutu, hingga pengelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dalam sambutannya, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng menegaskan bahwa pendirian pusat studi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata UNG terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang penguatan STEM. Menurutnya, bidang ini menjadi perhatian besar pemerintah dalam mendorong kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

“Bahkan Prof. Lukman tantangannya berat. Bu Ning tolong disupport dari kepala LPPM. Kenapa saya bilang tantangannya berat, karena ini pusat yang menjadi perhatian langsung dari presiden. Jadi program Presiden Prabowo itu untuk STEM ini termasuk yang sangat diberikan perhatian, yang sangat diberikan porsi. Dan kita termasuk yang harus meningkatkan kualifikasi dan kapasitas kita untuk ini,” ujar Eduart.

Prof. Eduart menambahkan bahwa pembentukan pusat studi ini bukan hanya langkah administratif, melainkan bagian dari transformasi akademik UNG untuk memperluas jejaring riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. Ia berharap, Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM dapat menjadi motor penggerak riset unggulan, sekaligus wadah bagi civitas akademika dalam melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

“Dengan pusat studi ini, kita ingin memastikan bahwa UNG tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi tantangan pendidikan dan teknologi di Indonesia”.

Exit mobile version