Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ini satu-satunya kampus di Teluk Tomini yang masuk QS World University Rankings atau TopUniversities.com.
Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings terbaru yang diterbitkan 3 November 2026, untuk Universitas Asia (Asia Tenggara) UNG rank 218.
Adapun kriteria pemeringkatan UNG, antara lain, Reputasi Akademik (12,7); Reputasi Pemberi Kerja (3,1); Pertukaran Mahasiswa Masuk (25); Jaringan Riset Internasional (10,5); Pertukaran Mahasiswa Keluar (15,3); Staf/dosen bergelar PhD (16); Sitasi per Paper (2,4); Rasio Dosen terhadap Mahasiswa (23,2); Dosen Internasional (5,5); Mahasiswa Internasional (1,2); dan Paper per Fakultas (4,6).
UNG dengan kampus utama di Kota Gorontalo dikenal sebagai salah satu daerah yang paling terjangkau dan ramah bagi pelajar di Indonesia, menawarkan lingkungan yang nyaman serta hemat biaya bagi mahasiswa dari seluruh penjuru negeri.
QS World University Rankings menyebutkan bagi mahasiswa, UNG yang berada di Kota Gorontalo menyuguhkan kualitas hidup yang baik dengan pengeluaran bulanan yang relatif rendah, yakni berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung pada preferensi tempat tinggal dan gaya hidup masing-masing.
UNG memiliki 4 kampus, 3 di Kota Gorontalo dan 1 terletak di Bone Bolango. Tingkat keterjangkauan ini menjadikan Gorontalo destinasi strategis bagi mahasiswa yang mencari pendidikan tinggi yang mudah diakses tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau keamanan.
Akomodasi merupakan salah satu pengeluaran yang paling ringan bagi mahasiswa di Gorontalo. Tersedia beragam pilihan tempat indekos di sekitar kampus utama UNG yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.
Indekos standar dengan fasilitas bersama umumnya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per bulan, sementara kamar dengan kamar mandi dalam atau fasilitas tambahan lainnya berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000.
Biaya utilitas seperti air dan listrik sering kali sudah termasuk dalam harga sewa, sehingga mahasiswa dapat merencanakan anggaran bulanan mereka dengan lebih pasti.
Adapun biaya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari juga tergolong sangat terjangkau. Mahasiswa biasanya menghabiskan sekitar Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta per bulan untuk konsumsi, dengan banyaknya pilihan tempat makan yang murah dan beragam di sekitar area kampus.
Warung makan lokal menawarkan hidangan bergizi dengan harga terjangkau, memungkinkan mahasiswa untuk tetap makan dengan layak meski dengan anggaran terbatas. Bagi mereka yang lebih memilih untuk memasak sendiri, akses ke bahan-bahan segar di pasar tradisional menjadi pilihan ekonomis lainnya.
Biaya transportasi di Kota Gorontalo sangat minim, terutama bagi mahasiswa yang memilih tempat tinggal di dekat kampus. Banyak mahasiswa yang memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda, sementara sebagian lainnya menggunakan sepeda motor dengan pengeluaran sekitar Rp 150.000 hingga Rp 400.000 per bulan untuk bahan bakar atau sesekali menggunakan layanan transportasi daring. Ukuran kota yang ringkas dan jaringan jalan yang mudah diakses membuat mobilitas menjadi praktis dan hemat biaya.
Secara keseluruhan, seperti disebutkan QS World University Rankings, kombinasi antara biaya tempat tinggal yang rendah, pilihan makanan yang terjangkau, serta transportasi yang murah memastikan para mahasiswa di Gorontalo dapat menikmati gaya hidup yang nyaman dan stabil selama menempuh pendidikan.
Komunitas yang ramah, lingkungan yang aman, serta ekosistem mahasiswa yang suportif semakin memperkuat daya tarik kota ini sebagai tujuan pendidikan tinggi.
Dengan struktur biaya yang seimbang dan suasana yang terbuka, kampus UNG di Gorontalo menjadi tempat yang sangat baik bagi mahasiswa lokal maupun internasional untuk berkembang, baik secara akademis maupun pribadi.
