UNG Perkuat Jejaring Akademik, Prodi Psikologi Gelar Kuliah Tamu Bersama Universitas Negeri Malang

FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta wawasan akademik mahasiswa. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni melalui kolaborasi akademik dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), yang diwujudkan dalam kegiatan kuliah tamu pada Kamis (23/10).

Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini menghadirkan dua akademisi sekaligus pakar psikologi dari UM, yakni Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi., M.Si., dan Dr. Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Si. Keduanya berbagi ilmu dan pengalaman terkait isu-isu aktual dalam dunia psikologi yang relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa saat ini.

Dalam penyampaiannya, Dr. Tutut Chusniyah memaparkan materi berjudul “Transformasi dan Kesehatan Mental: Peran Strategis Magister Psikologi”. Ia menekankan pentingnya pendidikan lanjut dalam bidang psikologi, terutama pada jenjang magister, untuk meningkatkan kompetensi keilmuan dalam menangani isu kesehatan mental yang makin kompleks di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dr. Ika Andrini Farida membawakan materi “Dampak Teknologi Digital terhadap Perkembangan Kognitif: Perspektif Information Processing”. Ia mengajak mahasiswa memahami bagaimana perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh signifikan terhadap proses kognitif individu, khususnya generasi muda yang sangat dekat dengan penggunaan gawai dan media digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kolaborasi antarperguruan tinggi ini. Menurutnya, kegiatan akademik seperti kuliah tamu memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa, karena mereka dapat menyerap perspektif baru langsung dari para ahli di bidangnya.

“Ini menjadi bagian dari komitmen UNG untuk memperkuat mutu pendidikan dan kompetensi lulusan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis, tetapi juga pengayaan keilmuan yang bersifat praktis dan relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Arwildayanto.

Lebih lanjut, Prof. Arwildayanto berharap kerja sama semacam ini tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam upaya memperkuat pengembangan ilmu psikologi dan mencetak sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

“Kolaborasi seperti ini harus terus dilaksanakan agar memberikan dampak nyata, baik bagi institusi maupun mahasiswa dalam meningkatkan keilmuan dan kompetensi di bidang psikologi”.

Exit mobile version