Universitas Negeri Gorontalo Membekali Mahasiswa Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus

Pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Gorontalo, pada Selasa (13/8). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan pembekalan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 12-16 Agustus 2024, diikuti sebanyak 4.958 mahasiswa baru dari 11 fakultas dan sekolah vokasi UNG.

Ketua panitia PKKMB UNG Dr. Moh. Yusuf Tuloli, mengatakan, pelaksanaan PKKMB UNG tahun 2024 akan dilaksanakan selama 5 hari. Pelaksanaan tingkat universitas selama 3 hari dan fakultas selama 2 hari.

PKKMB tahun ini mengusung tema membangun karakter mahasiswa UNG berkepribadian unggul, dan Berintegritas, menyongsong tantangan di era digital, kata Yusuf.

Adapun tujuan PKKMB ini untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru, sehingga dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di kampus kerakyatan UNG.

Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, meminta mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh rangkaian PKKMB dengan penuh suka cita, serta dapat menikmati materi yang diberikan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan kampus.

“Jalani seluruh rangkaian PKKMB selama 5 hari mendatang dengan suka cita, karena ini merupakan proses yang memang harus dilalui mahasiswa baru UNG,” ujar Rektor.

Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru memperoleh edukasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan UNG

Hal ini untuk menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan aman terkait kekerasan seksual bagi seluruh mahasiswa.

Materi edukasi disampaikan langsung oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) PPKS UNG Dr. Novi Usu.

Novi menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, cara-cara pencegahan, serta langkah-langkah yang harus diambil jika mereka atau orang lain menjadi korban.

Menurut Novi, mahasiswa baru harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup agar mereka dapat menjaga diri dan orang lain dari tindak kekerasan seksual. Kampus harus menjadi tempat yang bebas dari segala bentuk kekerasan,

Dengan adanya edukasi ini, Novi berharap mahasiswa baru UNG dapat lebih peka terhadap isu kekerasan seksual dan turut serta dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Jika mahasiswa menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, harus berani melaporkan kepada tim satgas PPKS UNG. Tentunya segala bentuk laporan akan ditindaklanjuti oleh tim satgas, untuk diproses sesuai ketentuan berlaku,” ujarnya.

Pemberian eduakasi kata Novi akan dilakukan lebih mendalam melalui modul pembelajaran PPKS, pada mata kuliah pada semester satu atau dua yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru UNG.

Exit mobile version