Universitas Negeri Gorontalo Sosialisasi Program Flagship Kampus Merdeka

Sosialisasi program flagship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di aula Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pada Selasa (21/11). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi pada program flagship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Salah satu upaya tersebut dengan memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dari seluruh program studi, di aula Rektorat UNG, pada Selasa (21/11).

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, mengatakan, pelaksanaan sosialisasi menjadi langkah strategis, dalam mendorong minat dan partisipasi mahasiswa untuk mengikuti program flagship Kampus Merdeka.

Menurut Elya, sosialisasi ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang betapa besarnya manfaat program flagship kampus Merdeka.

Dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan LPMPP, akan meningkatkan animo dan partisipasi mahasiswa untuk mengikuti program flagship kampus merdeka. Program tersebut dalam bentuk Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Kampus Mengajar (KM).

Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Dr. Abdul Hafidz Olii, menyampaikan pentingnya program Kampus Merdeka, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas mahasiswa.

“Kampus Merdeka bukan hanya sebuah program, tetapi sebuah visi untuk menciptakan generasi unggul yang memiliki kemandirian, kreativitas, dan daya saing tinggi,” kata Hafidz.

Melalui sosialisasi ini, kata Hafidz, mahasiswa dapat memahami dan merespons positif program ini.

Program Flagship

Dalam laman Kemdikbud.go.id, program unggulan atau flagship telah diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, yang memberi mahasiswa hak belajar di luar kampus selama dua semester.

Program flagship yang diselenggarakan secara nasional ini sejatinya hanyalah sebuah model atau percontohan.

Kebijakan MBKM diluncurkan pada tahun 2020 silam sebagai sebuah langkah transformasi pendidikan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Program ini menjadi penting karena setiap perguruan tinggi memiliki otonomi dan fleksibilitas untuk merancang dan menjalankan kebijakan MBKM yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing untuk membekali mahasiswa siap terjun di dunia kerja, atau yang disebut sebagai Kampus Merdeka Mandiri.

Perguruan tinggi harus bergandengan tangan dan bergotong royong dengan pemerintah, swasta, masyarakat industri, dan media, atau yang disebut sebagai sinergi pentahelix, demi membangun sumber daya manusia unggul dengan semangat kemerdekaan dan semangat Kampus Merdeka.

Kebijakan Kampus Merdeka telah memberikan kesempatan bagi ratusan ribu mahasiswa vokasi dan akademik untuk terus belajar dan berkembang dalam meningkatkan hard skills dan soft skills. Selain itu, mencari pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan di dalam berbagai program flagships Kampus Merdeka.

Exit mobile version