Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan selama periode Mudik Lebaran.
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pada 13 – 15 Maret 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Angin Kencang: Bali, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua
Selanjutnya, periode 16 – 19 Maret, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Pegunungan. Angin Kencang di Sulawesi Utara dan Maluku.
Dalam sepekan ke depan, menurut BMKG, kondisi cuaca di Indonesia diperkirakan masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Fenomena MJO secara spasial diprediksi semakin bergeser ke timur, sehingga konsentrasi pembentukan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Selain itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, sehingga dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan signifikan di wilayah tersebut.
Daerah tekanan rendah persisten terpantau berada di daratan Australia bagian utara. Daerah tekanan rendah ini menginduksi peningkatan kecepatan angin di Laut Arafuru hingga Pesisir Utara Australia bagian utara, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Hindia Selatan Pulau Timor hingga Laut Arafuru.
Selain itu, kelembapan udara yang juga masih cukup tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian tengah dan timur.
