Sembilan kisah di bawah ini mencakup rentang waktu lebih dari 170 tahun. Dalam setiap kisah, terdapat langkah yang telah disiapkan jauh sebelum gelombang datang—seperti sistem peringatan, latihan evakuasi di sekolah, atau cerita yang diwariskan secara turun-temurun—yang membantu masyarakat mencapai tempat aman atau mempersiapkan generasi mendatang untuk melakukan hal yang sama.
1. Panen padi yang dibakar menyelamatkan sebuah desa di Jepang pada tahun 1854 – dan menjadi dasar penetapan tanggal Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, 5 November.
Selama peristiwa tsunami Ansei-Nankai tahun 1854—yang menelan sekitar 3.000 korban jiwa di sepanjang pesisir Jepang bagian barat—Hamaguchi Goryo, seorang pemimpin desa yang mengenali tanda-tanda bahaya, membakar tumpukan padi hasil panennya di atas bukit.
Penduduk desa bergegas naik ke bukit untuk memadamkan api, dan dengan demikian mereka berada di tempat yang lebih tinggi saat gelombang tsunami menghancurkan desa di bawahnya. Kisah ini, yang dikenal sebagai Inamura no Hi atau “api dari tumpukan padi”, kini digunakan secara luas di seluruh dunia untuk mengajarkan kesiapsiagaan tsunami.
Tanggal terjadinya tsunami tersebut, yakni 5 November, kini diperingati setiap tahun sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia.




