Darilaut – Hurikan (Hurricane) Sandy menghantam Kota New York, memicu gelombang badai dahsyat yang membanjiri rumah-rumah, jalur kereta bawah tanah, dan terowongan. Badai ini juga memutus aliran listrik, serta menyebabkan kebakaran yang mematikan.
Hanya dalam 48 jam, 44 orang tewas, hampir dua juta warga New York kehilangan akses listrik, dan 6.500 pasien dievakuasi dari rumah sakit serta panti jompo.
New York bertekad: jangan sampai hal ini terulang kembali.
Namun, seiring dengan perubahan iklim yang mengancam akan mendatangkan cuaca yang jauh lebih ekstrem dan meningkatkan permukaan laut di sekitar kota pesisir ini, tekad “jangan sampai terulang kembali” diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur ketahanan yang ambisius di sepanjang garis pantai kota tersebut.
Empat belas tahun setelah Badai Sandy, UN News mengunjungi salah satu bagian dari proyek bernilai miliaran dolar ini: Proyek Ketahanan Pesisir Sisi Timur (East Side Coastal Resiliency/ESCR).
Di sebelah utara Jembatan Williamsburg, sebuah derek putih mengangkat wadah berisi material urugan dari tongkang, lalu menuangkannya ke dalam alat berat yang telah bersiap di bawahnya. Sedikit demi sedikit, permukaan East River Park ditinggikan hingga mencapai 10 kaki (tiga meter).
Taman ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian pertahanan banjir yang dibangun di sepanjang lebih dari tiga mil (lima kilometer) kawasan tepi laut Manhattan.




