RIBUAN pengunjung mendatangi berbagai obyek wisata di Pantai Selatan Jawa di akhir 2019 dan Tahun Baru 2020.
Para wisatawan ini sekadar menikmati keindahan pantai dan ada yang berenang. Bagi yang mandi di pantai, perlu memperhatikan tanda peringatan di lokasi mana saja yang ada larangan berenang di Pantai Selatan Jawa.
Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan, terkait dengan korban yang mandi di pantai dan terseret ke laut, proses ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Kasus ini terjadi karena di sepanjang perairan pesisir selatan Jawa terdapat fenomena Rip Current.
Rip Current ini adalah arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut. Kondisi arus bervariasi. Ada yang tidak berbahaya sampai yang dapat menyeret orang ke tengah laut.
Arus ini sering menyeret pengunjung wisata pantai ketika sedang bermain-main atau mandi. Arus tersebut terbentuk akibat adanya bentuk geomorfologi dasar laut yang dekat pantai.
Arus yang meninggalkan pantai, kecepatanya bisa sampai 20 meter per detik. Sehingga sangat kuat untuk menyeret wisatawan.
Menurut Widodo, hanya dalam waktu 5 detik saja akan menyeret pengunjung 100 meter ke lepas pantai.
Widodo yang memperoleh gelar doctor in engineering dari Universitas Bremen pada 2010 mengatakan, hal ini terjadi karena ada 2 gundukan pasir atau karang yang sejajar pantai dan mengapit alur lebih dalam yang tegak lurus pantai.
Kedua gundukan tersebut akan menyebabkan gelombang yang datang tegak lurus menuju ke pantai menjadi pecah.
Namun energinya masih menuju ke pantai. Kemudian berbelok menuju ke alur yang dalam dan berbalik arah arusnya menjadi meninggalkan pantai.
Terdapat kasus korban yang ditemukan beberapa hari kemudian. Bahkan ada yang tidak ditemukan sama sekali.
Menurut Widodo, bila pengunjung yang terseret tersebut panik dan berusaha berenang menuju ke pantai, akan kehabisan energi dan napas. Ini karena melawan Rip Current tersebut.
Berikut ini cara menghindari arus kuat di Pantai Selatan Jawa yang perlu diperhatikan bagi wisatawan:
- Jangan panik.
- Jangan berenang menuju ke pantai karena akan menguras tenaga.
- Usahakan mengapung atau berenang menuju ke arah lepas pantai mengikuti RIP Current hingga energi Rip Current tersebut hilang atau berkurang. Kemudian berenang menuju ke pantai, tetapi ke sisi kanan atau kiri dari zona Rip Current tersebut.
Bagi wisatawan yang ingin bermain air atau mandi di pantai selatan Jawa:
- Survei dengan pandangan mata untuk mengenali area potensi terjadinya Rip Current.
- Caranya, kita berdiri di pantai menghadap ke laut. Apabila terlihat ada permukaan laut yang tenang diapit sejumlah gelombang pecah di kanan kirinya, maka muka air yang tenang tersebut bisa jadi ada Rip Current. Ini berbahaya.
Bagi pengelola wisata di Pantai Selatan Jawa:
- Identifikasi zona-zona Rip Current, lalu pasang tanda peringatan untuk tidak boleh berenang/bermain air di zona-zona Rip Current tersebut.
- Secara berkala, zona-zona tersebut dicek apakah ada pergeseran zona ataukah tidak. Bila bergeser, maka papan peringatan pun turut digeser.
- Dapat juga dipasang papan besar edukasi untuk pengunjung secara teks dan gambar tentang Rip Current tersebut.*
