Darilaut – Topan (Typhoon) Doksuri yang bergerak di Laut Filipina, Samudra Pasifik bagian Barat, mulai memberikan dampak langsung, seperti hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah di Filipina.
Otoritas tanggap bencana setempat telah meningkatkan peringatan merah untuk Topan Doksuri.
Laporan awal di Negros Occidental, Provinsi Visayas Barat sebanyak 2.353 keluarga atau 7.662 orang terkena dampak banjir akibat hujan lebat, khususnya di San Enrique dan Pontevedra, serta di Kota Bago.
Longsoran batu dilaporkan terjadi di Hinoba-sebuah kota di selatan. Tidak ada korban jiwa dan telah dilakukan operasi pembersihan.
Melansir Kantor berita Filipina, Pna.gov.ph, Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Regional di Visayas Barat (RDRRMC-6) pada Sabtu malam telah mengaktifkan protokol “Charlie”. Protokol ini tingkat tertinggi dalam kesiapsiagaan dan tanggap darurat (EPR), dalam persiapan menghadapi kemungkinan serangan Badai Tropis Parah (STS) “Egay” nama lokal Filipina untuk Topan Doksuri.
Perwira penanggung jawab Kantor Pertahanan Sipil-6 dan ketua RDRRMC-6, Aletha Nogra, mengatakan semua DRRMC lokal di wilayah tersebut mengaktifkan protokol EPR yang ditunjuk atau lebih tinggi jika dianggap perlu.
“Aktivasi protokol EPR akan segera efektif,” kata Nogra.





Komentar tentang post